Menunggu Oh Menunggu...

Tanggal: 3 Jan 2018 20:04 wib.
Setiap orang rasanya pasti pernah dihadapkan pada situasi menunggu. Menunggu buka puasa, menunggu teman datang, menunggu gajian, menunggu antrian di bank, menunggu bis, menunggu dilamar, menunggu kelahiran anak, dan berjuta menunggu-menunggu lainnya. Ya ternyata dalam hidup, sadar atau tak sadar kita pasti mengalami itu.

 

Sebagai gambaran, ketika aku mengantri di salah satu bank, ada berbagai aktifitas yang dilakukan oleh orang-orang. Mayoritas menunggu sambil beraktifitas dengan telepon selulernya. Ada yang main game online, membuka sosial media, chatting, melihat-lihat foto yang ada di galeri, dll. Ada juga yang memang memilih tidak beraktifitas dengan telepon selulernya, ada yang membaca majalah yang ada di rak belakang kursi, melamun, makan, minum, mengobrol dengan sesama pengantri, tidur, dan salat. Yang terakhir aku ketahui ketika aku jalan melewati mushola, di sana ternyata ada yang sedang salat, meskipun belum memasuki waktu salat. Tampaknya ia memilih untuk salat sunnat daripada mati gaya.

 

Ekspresi mereka pun beragam, bosan, mengantuk, resah (dia terus-terusan melihat ke arah nomor antrian yang lama beranjak maju), pasrah (tampak menerima kalau dia memang harus mengantri), senang, dan juga tenang.  Tapi sebagian besar menunjukkan ekspresi bosan. Ada banyak pilihan aktifitas dan juga beragam ekspresi yang ditunjukkan oleh orang-orang dalam menghadapi hal yang sama, menunggu!

 

Dalam hidup, kita semua sebenarnya juga sedang menunggu, menunggu bagaimana kelak kita akan bertemu dengan Nya, dengan Tuhan kita. Ada beragam pilihan yang dihadapkan pada kita dalam menunggu waktu itu tiba. Bisa diisi dengan hal yang bermanfaat, hal yang mungkin sebenarnya tidak mengandung manfaat tapi juga tidak merugikan, dan hal yang merugikan.  Tiga pilihan tersebut bisa berdampak beda pada pelakunya, bisa membuat bahagia, takut, puas, cemas, sedih, atau pun tak berdampak apapun pada perasaannya. Hal ini tergantung pada pemahaman akan hidup pada setiap orang.

 

Ada yang berpikir bahwa hidup hanya untuk hari ini, jadi ia bebas melakukan apa yang ia sukai tanpa memikirkan hidup masa depannya. Ia bebas sesukanya menggunakan waktu ‘menunggunya’. Ada juga yeng memikirkan bukan hanya untuk hidup di masa ini, jadi ia berusaha bijak dalam memikirkan dampak dari perilaku ‘menunggunya’. Ada juga yang ingin meraih hidup masa kini dan hidupnya kelak dalam bahagia, ia bersenang-senang di masa kini namun tak lupa juga untuk menggunakan waktu ‘menunggunya’ dengan memperbanyak bekal untuk hidup masa depannya.

 

Ekspresi dari berbagai pilihan itu pun bisa beragam, sama seperti ekspresi dari orang yang sedang menunggu di bank tadi. Itulah hidup, beda pilihan, beda ekspresi. Bisa juga sama pilihan, namun beda ekspresi. Ada berbagai variabel yang bisa dipilih tergantung kita pemilihnya.

 

Yang manakah pilihanmu? Apa yang kamu lakukan di waktu ‘menunggumu’?
Copyright © Tampang.com
All rights reserved