Waspadai Efek Samping Kafein dan Ketahui Batas Konsumsi Aman Setiap Hari

Tanggal: 28 Agu 2025 14:13 wib.
Bagi banyak orang, secangkir kopi atau teh di pagi hari sudah menjadi bagian dari rutinitas yang sulit ditinggalkan. Minuman berkafein ini kerap dipilih untuk mengusir rasa kantuk, menambah fokus, dan memberikan dorongan energi sebelum beraktivitas. Saat hujan turun, kopi atau teh hangat juga sering menjadi teman setia untuk menghangatkan tubuh sekaligus menemani suasana. Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi kafein ternyata menyimpan sejumlah efek samping yang patut diwaspadai, apalagi bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Menurut Pelatih Gaya Hidup, Nidhi Nahata, kafein bekerja dengan cara menghambat adenosin, yaitu zat kimia alami di otak yang berfungsi membantu tubuh merasa rileks dan mengantuk. Ketika adenosin terblokir, tubuh menjadi lebih waspada dan segar dalam waktu singkat. Sayangnya, efek “bangun instan” ini hanya bertahan sementara, sementara dampak sampingannya bisa berlangsung lebih lama. Begitu pengaruh kafein hilang, tubuh justru cenderung merasa lemas, mengalami kelelahan mendadak, muncul dorongan untuk ngemil, mudah tersinggung, dan bahkan mengalami kondisi yang disebut “brain fog” atau kabut otak, di mana konsentrasi menurun secara drastis.

Kondisi ini semakin diperparah saat musim hujan. Umumnya, di musim dingin atau hujan, orang cenderung mengurangi konsumsi air putih karena tidak merasa haus. Padahal, kopi dan teh termasuk minuman bersifat diuretik, yang artinya bisa memicu tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui buang air kecil. Akibatnya, tubuh mengalami dehidrasi ringan tanpa disadari. Gejala yang timbul antara lain perut kembung, kulit menjadi kering, sakit kepala, energi menurun, hingga masalah pencernaan. Jika hal ini terus dibiarkan, bukannya segar, tubuh justru semakin lemah dan rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Untuk itu, Nidhi menekankan pentingnya memahami batas aman konsumsi kafein harian agar manfaatnya bisa didapat tanpa menimbulkan risiko. Ia merekomendasikan ukuran konsumsi kafein sebagai berikut: kopi sekitar 300–350 ml per hari atau setara dengan dua cangkir kecil, teh hitam atau teh khas India 450–500 ml atau sekitar tiga cangkir kecil, teh hijau maksimal 300 ml atau setara satu hingga dua cangkir, dan teh herbal yang lebih ringan bisa mencapai 500 ml atau dua hingga tiga cangkir per hari. Dengan kata lain, kafein masih aman jika dikonsumsi dengan bijak, selama tidak melebihi batas tersebut.

Meski demikian, ada satu hal yang menurut Nidhi tidak boleh tergantikan, yaitu asupan air putih. Ia menegaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan sekitar 2 hingga 2,5 liter air setiap hari, bahkan di musim hujan sekalipun ketika rasa haus jarang muncul. Air putih berperan penting menjaga keseimbangan cairan, membantu pencernaan, menjaga kelembapan kulit, serta mendukung fungsi organ tubuh secara optimal. Tidak ada minuman lain, termasuk kopi maupun teh, yang bisa menggantikan peran vital air putih dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, menikmati kopi atau teh di musim hujan memang sah-sah saja, bahkan bisa memberikan kenyamanan tersendiri. Namun, kuncinya terletak pada pengendalian jumlah konsumsi, kesadaran akan efek samping yang mungkin timbul, serta tetap menjaga asupan air putih yang cukup. Dengan cara ini, tubuh tetap segar, pikiran fokus, dan kesehatan tidak dikorbankan hanya demi kehangatan sesaat dari secangkir minuman berkafein.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved