Vaksin HPV Generasi Terbaru Hadir dengan Perlindungan Lebih Luas, Lindungi Masyarakat Indonesia dari 9 Tipe Virus Berisiko
Tanggal: 28 Agu 2025 13:57 wib.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menegaskan bahwa vaksin Human papillomavirus (HPV) generasi terbaru kini hadir untuk memberikan perlindungan lebih luas, mencakup sembilan tipe virus HPV yang paling berisiko bagi kesehatan masyarakat. Anggota Bidang Kerja Sama dan Humas PAPDI, dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD, K-AI, menjelaskan bahwa seiring berkembangnya bukti ilmiah dan ditemukannya beragam varian HPV di Indonesia, masyarakat perlu memastikan bahwa vaksinasi yang mereka jalani benar-benar mencakup tipe-tipe HPV yang paling berbahaya. Hal ini sangat penting mengingat HPV merupakan virus dengan lebih dari 200 tipe di dunia, di mana sebagian tergolong risiko tinggi yang bisa menyebabkan kanker, sementara sebagian lainnya adalah risiko rendah yang memicu kutil anogenital.
Saat ini, tercatat terdapat enam jenis vaksin HPV yang beredar secara global, sementara tiga di antaranya sudah tersedia di Indonesia. Seluruh vaksin tersebut umumnya sudah melindungi dari tipe HPV risiko tinggi yang paling sering menyebabkan kanker leher rahim dan kanker anogenital, yaitu tipe 16 dan 18. Keduanya dikenal sebagai varian HPV yang sangat agresif dan berbahaya. Vaksin generasi terdahulu pun telah terbukti aman serta efektif dalam menekan angka infeksi HPV dan mencegah terjadinya kanker terkait. Namun, studi terbaru menunjukkan masih ada tipe HPV lain, khususnya tipe 52 dan 58, yang banyak ditemukan di Indonesia dan juga memiliki risiko tinggi dalam memicu kanker.
Inilah yang menjadi latar belakang hadirnya vaksin HPV generasi terbaru. Menurut dr. Anshari, vaksin baru ini dapat memberikan perlindungan terhadap sembilan tipe HPV sekaligus, termasuk tipe 52 dan 58 yang dominan di Indonesia. Dengan demikian, vaksin ini menawarkan perlindungan yang jauh lebih komprehensif dan sesuai dengan profil risiko yang nyata di masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat bisa mempertimbangkan revaksinasi HPV apabila sebelumnya sudah menerima vaksin generasi lama. Langkah ini dapat meningkatkan cakupan perlindungan terhadap lebih banyak tipe virus.
Rekomendasi pemberian vaksin juga semakin jelas. Berdasarkan panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksinasi HPV sudah bisa diberikan sejak anak perempuan berusia sembilan tahun. Rentang usia paling ideal adalah 9–14 tahun karena pada periode tersebut sistem imun bekerja lebih optimal dalam membentuk perlindungan jangka panjang. Sementara itu, bagi orang dewasa, PAPDI menetapkan bahwa vaksinasi HPV bisa diberikan mulai usia 19 tahun. Ketua Satgas Imunisasi PP PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak menunda vaksinasi ini. Bagi yang sudah menerima vaksin generasi lama, revaksinasi dengan vaksin generasi baru dapat menjadi pilihan. Sedangkan bagi yang belum pernah divaksin, vaksin generasi terbaru bisa langsung dipertimbangkan untuk perlindungan yang lebih luas.
Komitmen PAPDI terhadap eliminasi penyakit terkait HPV di Indonesia juga ditegaskan oleh Ketua Umum PP PAPDI, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH. Ia menyatakan bahwa PAPDI aktif melakukan berbagai upaya sistematis, mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan hingga memperbarui kalender imunisasi dewasa. Sosialisasi mengenai vaksin HPV menjadi salah satu fokus utama, mengingat penyakit yang ditimbulkan oleh HPV masih menjadi ancaman nyata.
Human papillomavirus sendiri adalah virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, termasuk kanker leher rahim, kanker anogenital, dan kutil anogenital. Di Indonesia, kanker leher rahim masih menempati posisi sebagai kanker terbanyak kedua pada perempuan, dengan angka yang sangat mengkhawatirkan: sekitar 36 ribu kasus baru serta 21 ribu kematian setiap tahunnya. Angka ini bahkan diprediksi akan terus meningkat jika langkah pencegahan tidak diperkuat sejak dini.
Dengan adanya vaksin HPV generasi terbaru yang melindungi dari sembilan tipe virus berbahaya, harapannya masyarakat Indonesia dapat memperoleh proteksi yang lebih maksimal. Vaksinasi bukan hanya investasi kesehatan individu, tetapi juga bentuk nyata kontribusi dalam menekan angka kanker leher rahim dan penyakit lain terkait HPV. PAPDI pun terus mendorong agar vaksinasi ini bisa diakses lebih luas, sehingga mimpi untuk mengurangi beban penyakit akibat HPV di Indonesia bisa menjadi kenyataan.