Traveling Bareng Sahabat: Momen Seru atau Bencana? Cari Tahu 3 Tanda Bahaya yang Bisa Merusak Liburanmu!
Tanggal: 2 Apr 2025 13:58 wib.
Tampang.com | Liburan bersama sahabat terdengar menyenankan, tetapi tak selalu berakhir indah. Serial HBO The White Lotus memberikan gambaran bahwa bepergian bersama sahabat bisa berakhir dengan kerusakan hubungan yang fatal. Dalam serial ini, tiga wanita paruh baya melakukan perjalanan untuk merayakan kembali persahabatan mereka yang sudah terjalin lama.
Namun, semakin mereka menghabiskan waktu bersama, semakin jelas bahwa mereka sudah tidak memiliki banyak kesamaan lagi. Mereka mulai bertengkar, bergosip, dan hubungan mereka hancur begitu mereka berada di tepi kolam renang di sebuah resor mewah.
Ini menunjukkan bahwa liburan yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi bencana. Untuk menghindari hal tersebut, penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda yang bisa membuat perjalanan bersama sahabat berakhir tidak menyenangkan. Berikut adalah beberapa tanda bahaya yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk berlibur bersama teman dekat.
1. Perbedaan Anggaran Pengeluaran
Masalah pertama yang sering muncul dalam perjalanan bersama sahabat adalah anggaran. Berlibur memerlukan pengeluaran yang tidak sedikit, mulai dari transportasi, makan, tiket tempat wisata, hingga biaya hiburan. Agar tidak ada yang merasa dirugikan, penting untuk membahas anggaran secara terbuka sebelum perjalanan dimulai. Menurut Elaine Glusac, penulis Frugal Traveler di The New York Times, pembicaraan mengenai anggaran harus lebih mendalam dari sekadar biaya keseluruhan perjalanan.
Kamu dan sahabat perlu membahas alokasi anggaran untuk berbagai kebutuhan, seperti makan, hiburan, dan tempat tinggal. Sebagai contoh, jika kalian berdua ingin menonton pertunjukan Broadway, salah satu dari kalian mungkin ingin membeli tiket premium, sementara yang lainnya tidak masalah duduk di barisan belakang. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah kalian berdua akan sepakat untuk duduk terpisah demi kenyamanan masing-masing?
Selain itu, perbedaan pilihan makan juga bisa menimbulkan ketegangan. Jika salah satu dari kalian ingin makan malam mewah sementara yang lainnya lebih memilih makanan jalanan, akan lebih baik jika kalian berkompromi. Misalnya, kalian bisa makan terpisah pada malam tertentu untuk mengakomodasi perbedaan selera. Namun, jika perbedaan ini terus berlanjut, perjalanan kalian bisa berisiko berakhir buruk.
2. Kebutuhan Waktu Sendiri yang Berbeda
Meskipun berlibur bersama sahabat bisa menyenangkan, tidak berarti kalian harus menghabiskan setiap waktu bersama. Beberapa orang mungkin membutuhkan waktu sendiri untuk bersantai atau menikmati suasana, sementara yang lainnya lebih suka beraktivitas bersama sepanjang waktu. Jika kamu merasa perlu waktu sendiri tetapi setiap rencana perjalanan melibatkan semua orang, hal ini bisa menimbulkan ketegangan dan bahkan pertengkaran.
Elaine Glusac menyarankan agar sebelum perjalanan dimulai, kamu dan sahabatmu berbicara secara terbuka mengenai kebutuhan waktu pribadi masing-masing. Jika ada di antara kalian yang lebih suka berjalan-jalan sendiri atau menikmati waktu bebas, penting untuk sepakat tentang hal ini. Misalnya, kalian bisa merencanakan aktivitas dengan kecepatan yang berbeda dan bertemu di restoran untuk makan. Dengan cara ini, kedua belah pihak bisa merasa puas tanpa merusak suasana liburan.
3. Ketidaksesuaian Minat dan Kepentingan
Setiap orang memiliki minat dan tujuan yang berbeda dalam perjalanan. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa liburan bersama sahabat bisa berakhir dengan kebosanan atau pertengkaran. Misalnya, satu sahabat mungkin ingin mengunjungi setiap tempat wisata terkenal, sementara yang lain hanya ingin bersantai dan menikmati suasana. Situasi seperti ini sering kali menimbulkan rasa frustrasi karena ketidaksesuaian kepentingan.
Danielle Oteri, seorang pemandu wisata, menjelaskan bahwa dalam perjalanan grup, selalu ada pola yang sama: si perencana yang ingin melakukan segalanya, si peminum yang lebih menikmati suasana santai, dan si pendiam yang merasa terganggu dengan intensitas perjalanan. Sebelum bepergian, penting untuk mengomunikasikan apa yang masing-masing ingin lakukan selama liburan.
Apakah kamu ingin berkunjung ke semua tempat wisata, ataukah kamu hanya ingin menikmati waktu santai di pantai? Jika tujuan dan minat kalian berbeda jauh, perjalanan tersebut bisa menimbulkan ketegangan yang merusak hubungan.