Sumber foto: iStock

Tips Aman Mudik dengan Motor: Jangan Abaikan Kesehatan & Keselamatan!

Tanggal: 26 Mar 2025 09:44 wib.
Mudik Lebaran memang menjadi tradisi yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu moda transportasi yang masih banyak dipilih adalah sepeda motor. Meskipun perjalanan dengan motor mungkin dianggap lebih efisien dan fleksibel dibandingkan menggunakan kendaraan lain, seperti mobil atau bus, terdapat risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Kelelahan di tengah perjalanan bisa mengganggu perjalanan dan bahkan meningkatkan risiko cedera.

Dr. Listya Tresnanti Mirtha, seorang spesialis kedokteran olahraga, menekankan pentingnya memperhatikan kondisi fisik saat berkendara. “Pengendara sepeda motor tidak bisa terus-menerus berkendara tanpa istirahat. Sangat penting untuk melakukan jeda dan peregangan secara berkala. Jangan membawa beban yang berlebihan, apalagi dalam perjalanan jauh,” ujarnya. Beban yang terlalu berat dapat menimbulkan rasa lelah yang berlebihan dan memicu nyeri, terutama pada bagian punggung bawah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketegangan pada punggung banyak dialami oleh pengendara motor yang memaksakan diri untuk terus berkendara tanpa istirahat cukup.

Selain perhatian terhadap beban bawaan dan postur, menjaga hidrasi juga merupakan aspek penting. Dr. Listya mengingatkan, saat berkendara dalam keadaan puasa, pemudik perlu memastikan tubuh tetap terhidrasi. Ia menyarankan untuk mengonsumsi cairan yang cukup saat sahur, agar air dalam tubuh tetap terjaga selama perjalanan yang mungkin berlangsung berjam-jam. Dehidrasi tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga dapat menurunkan konsentrasi dan daya fokus, yang sangat penting saat berkendara.

Dr. Oryza Satria, seorang spesialis ortopedi, menekankan pentingnya istirahat untuk menghindari kelelahan otot. Ia merekomendasikan agar pemudik mengambil jeda setiap tiga jam. Selama istirahat, pemudik bisa melakukan peregangan untuk mengendurkan otot yang tegang. Mengawali dengan peregangan di area punggung bawah, lalu beranjak ke punggung atas dan bahu merupakan cara yang baik untuk menjaga kenyamanan selama berkendara.

“Contoh gerakan peregangan yang bisa dilakukan adalah dengan duduk tegak, lalu memutar tubuh ke kanan 90 derajat dan menahan posisi tersebut selama 20 hingga 30 detik. Ulangi gerakan yang sama ke sisi kiri. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan dua kali pada masing-masing sisi untuk hasil yang optimal,” jelas Dr. Oryza. Ia juga menambahkan bahwa untuk mengurangi ketegangan di bahu dan punggung atas, pengendara bisa merentangkan tangan kanan ke kiri, lalu menahannya dengan tangan kiri selama 10 hingga 20 detik. Selain itu, disarankan juga untuk melakukan rotasi bahu maju dan mundur sebanyak 10 kali.

Pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan saat berkendara juga harus disertai dengan pengaturan jadwal perjalanan. Hindari berkendara di malam hari terutama bagi pemudik yang tidak terbiasa mengemudi dalam gelap, karena bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Melakukan perjalanan saat siang hari juga lebih aman dan memberi kesempatan untuk beristirahat dengan lebih baik di tempat yang aman.

Seiring dengan itu, pemudik perlu memastikan sepeda motor dalam kondisi baik. Sebuah pemeriksaan rutin terhadap mesin, rem, dan ban harus dilakukan sebelum memulai perjalanan. Naik motor dengan kondisi kendaraan yang tidak prima dapat memperburuk kualitas perjalanan dan menyebabkan kelelahan lebih cepat. Pastikan semua perlengkapan berkendara, seperti helm yang sesuai standar keselamatan, juga digunakan untuk melindungi diri selama di jalan.

Makanan yang dikonsumsi selama perjalanan pun turut berperan dalam menjaga stamina. Oleh karena itu, memilih makanan sehat dan tidak berat dapat membantu menjaga energi tetap stabil. Hindari makanan yang mengandung banyak gula, karena dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat namun berujung pada rasa lelah setelahnya. Pilihan camilan sehat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan dapat menjadi solusi praktis untuk menjaga energi selama perjalanan.

Jangan lupa untuk memikirkan pemilihan rute terbaik. Memilih jalur yang lebih sepi dan menyenangkan pemandangannya, dapat mengurangi stres selama berkendara. Menggunakan aplikasi navigasi yang mendukung fitur real-time traffic juga sangat membantu untuk menemukan rute tercepat dan menghindari kemacetan. Beberapa pengendara juga membagikan pengalaman positif mereka ketika melakukan perjalanan dengan mengatur rute yang indah dan jauh dari keramaian.

Bagi mereka yang mudik bersama keluarga, penting untuk berbagi tanggung jawab berkendara. Mengganti posisi mengemudi dengan anggota keluarga lain dapat membantu mengurangi kelelahan yang dirasakan. Selain itu, perjalanan dalam kelompok juga dapat memberikan keamanan lebih baik serta kesempatan untuk saling membagikan pengalaman dan menambah keceriaan selama perjalanan.

Perjalanan mudik dengan sepeda motor bisa menjadi pengalaman yang menyenankan asalkan persiapan dilakukan dengan baik. Dengan memperhatikan kesehatan tubuh dan beristirahat secara berkala, pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved