Riset Herbalife: Mayoritas Konsumen Indonesia Rutin Minum Suplemen, tapi Kesadaran Risiko Masih Rendah
Tanggal: 28 Agu 2025 14:12 wib.
Hasil survei Asia Pacific Responsible Supplementation 2025 yang dirilis Herbalife menunjukkan bahwa sebanyak 88 persen konsumen Indonesia tercatat rutin mengonsumsi suplemen kesehatan. Angka ini memperlihatkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lewat langkah preventif. Namun, temuan lain dari survei yang melibatkan 9.000 responden di 11 negara Asia Pasifik tersebut juga mengungkap bahwa hanya 69 persen responden Indonesia yang merasa percaya diri ketika harus memilih suplemen secara bertanggung jawab. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum memahami detail penting seperti kandungan bahan aktif, dosis yang sesuai, batas konsumsi harian, maupun potensi interaksi dengan obat dan suplemen lain yang bisa berisiko bagi tubuh.
Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperkuat pemahaman masyarakat agar dapat mengambil keputusan yang tepat terkait konsumsi suplemen. Ia menekankan perlunya fondasi pengetahuan yang kuat supaya kesadaran tinggi yang sudah terbentuk tidak berujung pada kebiasaan yang salah.
Dalam survei ini, tenaga kesehatan masih menjadi sumber informasi utama yang paling dipercaya konsumen Indonesia sebelum mengonsumsi suplemen, dengan angka mencapai 67 persen. Setelah itu, ada keluarga atau teman yang menjadi rujukan (47 persen) serta pencarian informasi mandiri di internet (31 persen). Meski begitu, banyak konsumen dinilai masih belum memahami dengan baik risiko konsumsi berlebihan, contohnya pada vitamin C atau vitamin D yang jika dikonsumsi berlebihan justru bisa menimbulkan dampak negatif.
Sejumlah faktor turut memengaruhi keputusan pembelian suplemen, di antaranya rekomendasi tenaga kesehatan (51 persen), jaminan keamanan dan efektivitas produk (46 persen), serta sertifikasi kualitas (37 persen). Selain itu, hampir seluruh responden Indonesia, yakni 98 persen, menilai kepercayaan terhadap merek juga sangat memengaruhi pilihan mereka.
Survei ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin menekankan pentingnya perawatan kesehatan secara preventif. Sebanyak 92 persen responden menyatakan hal tersebut, yang diwujudkan lewat pola makan sehat (64 persen), aktivitas fisik lebih rutin (63 persen), serta konsumsi suplemen (62 persen). Menurut Oktrianto, tren positif ini sebaiknya diimbangi dengan pemilihan produk yang terjamin mutunya. “Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, memilih suplemen yang telah diuji secara menyeluruh dan diproduksi dengan transparansi penuh merupakan langkah krusial,” ujarnya.
Dengan demikian, walaupun konsumsi suplemen sudah menjadi bagian dari gaya hidup mayoritas masyarakat Indonesia, literasi mengenai cara memilih dan mengonsumsinya dengan tepat tetap menjadi PR besar agar manfaat yang diharapkan benar-benar bisa dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan.