Rahasia Nutrisi Sehat untuk Menumbuhkan Bakteri Baik dalam Usus

Tanggal: 28 Agu 2025 14:00 wib.
Menjaga kesehatan usus bukan sekadar soal menghindari makanan yang merugikan, melainkan juga tentang bagaimana kita bisa memberikan nutrisi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam tubuh. Bakteri baik ini, yang sering disebut probiotik, berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Ketika jumlahnya cukup dan kondisinya optimal, sistem pencernaan akan lebih lancar, peradangan dapat berkurang, dan daya tahan tubuh pun semakin kuat. Karena itulah, ahli gastroenterologi sekaligus endoskopi terapeutik asal New York, Amerika Serikat, Rabia de Latour, MD, menekankan betapa pentingnya pemilihan asupan sehari-hari untuk melindungi sekaligus memperkuat ekosistem usus kita.

Menurut de Latour, langkah pertama yang bisa kita lakukan dimulai sejak pagi hari. Setelah bangun tidur, tubuh membutuhkan cairan untuk kembali segar setelah semalaman beristirahat. Segelas air putih adalah pilihan terbaik sebagai pembuka hari karena membantu menghidrasi tubuh secara alami. Setelah itu, sarapan dengan menu sederhana namun bergizi seimbang lebih dianjurkan daripada sarapan berat yang bisa membuat usus bekerja terlalu keras. Telur utuh, misalnya, bisa menjadi pilihan karena kandungan proteinnya tinggi sekaligus mampu memberikan rasa kenyang yang cukup lama. Bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi kopi, baik kopi berkafein maupun tanpa kafein, de Latour menyebut keduanya tetap ramah bagi usus. Bahkan, secangkir kopi di pagi hari bisa membantu sistem pencernaan lebih aktif dan sehat. Alternatif lain yang tak kalah baik adalah smoothie berbasis buah kaya serat, seperti blueberry yang penuh antioksidan atau pisang yang kaya prebiotik. Kombinasi keduanya dapat membantu memberi nutrisi bagi bakteri baik sekaligus menjaga energi tubuh tetap stabil.

Memasuki waktu makan siang, de Latour menekankan pentingnya mengutamakan makanan berbasis nabati. Salad dengan beragam sayuran segar, kacang-kacangan, serta biji-bijian dapat menjadi pilihan yang sempurna. Kandungan serat dari makanan nabati bukan hanya membantu melancarkan pencernaan, tetapi juga menjadi sumber makanan utama bagi probiotik di dalam usus. Dengan kata lain, semakin banyak asupan nabati yang kita konsumsi, semakin subur pula pertumbuhan bakteri baik yang menjaga kesehatan usus.

Sementara itu, untuk makan malam, de Latour menyarankan porsi yang seimbang dengan menggabungkan protein dan serat. Salah satu sumber serat yang sangat baik adalah lentil atau kacang-kacangan kecil yang kaya akan nutrisi dan mudah diolah. Jika dikombinasikan dengan protein sehat, misalnya ikan atau ayam tanpa lemak berlebih, maka tubuh akan mendapatkan asupan yang mendukung perbaikan sel sekaligus menjaga keseimbangan mikrobioma. Setelah menyelesaikan makan malam, menambahkan camilan ringan berupa yogurt atau acar sayuran juga bisa menjadi langkah cerdas. Kedua jenis makanan ini kaya akan probiotik alami yang dapat membantu meningkatkan keberagaman bakteri baik dalam usus.

Selain memperhatikan jenis makanan, hidrasi juga tak kalah penting. De Latour menegaskan bahwa minum air putih saat makan malam dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi menjelang istirahat malam. Cairan yang cukup bukan hanya penting untuk metabolisme tubuh, melainkan juga membantu usus bekerja dengan lebih baik dalam mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan.

Secara keseluruhan, fokus utama yang disampaikan oleh ahli gastroenterologi ini adalah pentingnya memperhatikan kualitas nutrisi dibanding sekadar keragaman makanan. Artinya, yang perlu diprioritaskan adalah bagaimana setiap hidangan mengandung cukup serat, protein, dan probiotik. Dengan begitu, kebutuhan usus untuk tetap sehat dapat terpenuhi, risiko gangguan pencernaan bisa ditekan, dan tubuh pun memperoleh manfaat jangka panjang berupa daya tahan yang lebih kuat, pikiran yang lebih jernih, serta energi yang lebih stabil untuk beraktivitas setiap hari.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved