Sumber foto: iStock

Orang Tua Wajib Tahu! 4 Kalimat yang Bisa Merusak Masa Depan Anak

Tanggal: 10 Feb 2025 09:51 wib.
Sebagai orang tua, menjaga ucapan di depan anak bukan hanya soal sopan santun, tetapijuga berkaitan erat dengan tumbuh kembang mereka. Lingkungan yang positif berperan besar dalam membentuk kecerdasan akademis dan emosional anak.

Namun, tanpa disadari, ada beberapa kalimat yang sering diucapkan orang tua yang justru bisa berdampak negatif pada perkembangan anak. Hal ini dibahas dalam buku Raising an Entrepreneur: How to Help Your Children Achieve Their Dream karya Margot Machol Bisnow. Berikut adalah beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari oleh orang tua, sebagaimana dikutip dari CNBC Make It:

1. "Kalau nilaimu bagus, Ayah/Ibu kasih uang."

Meskipun terdengar seperti motivasi, memberikan uang sebagai hadiah untuk nilai bagus bisa menjadi bumerang. Anak akan berpikir bahwa tujuan utama belajar adalah mendapatkan imbalan, bukan untuk memperoleh pengetahuan. Akibatnya, mereka cenderung fokus hanya pada hasil akhir tanpa benar-benar memahami prosesnya.

Sebaliknya, orang tua bisa mendorong anak dengan cara lain, seperti memberikan pujian atas usaha mereka atau mengajarkan bahwa belajar adalah bagian dari perjalanan untuk mengembangkan diri.

2. "Tidak boleh bermain sepulang sekolah sampai nilai kamu meningkat."

Banyak orang tua yang menganggap bermain sebagai penghalang prestasi akademik. Padahal, aktivitas bermain memiliki peran penting dalam perkembangan sosial, kreativitas, dan keterampilan pemecahan masalah anak.

Tidak semua anak memiliki kecerdasan akademik yang tinggi, tetapi mereka mungkin memiliki bakat di bidang lain. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan keseimbangan antara belajar dan bermain, sehingga anak tetap berkembang secara optimal.

3. "Ayah/Ibu tidak percaya kamu, jadi PR-mu harus dicek dan diperbaiki."

Mengoreksi tugas anak secara berlebihan bisa menurunkan rasa percaya diri mereka. Anak perlu belajar bertanggung jawab atas tugasnya sendiri, menghadapi kesalahan, dan mencari solusi.

Sebuah kisah inspiratif datang dari John Arrow, pendiri Mutual Mobile. Saat masih di sekolah dasar, ia dan teman-temannya membuat koran sekolah yang laris terjual. Sayangnya, mereka lupa melakukan pengecekan fakta, yang membuat kepala sekolah marah dan banyak teman-temannya dimarahi oleh orang tua mereka. Namun, orang tua Arrow justru tertawa dan menyuruhnya memperbaiki kesalahannya sendiri.

Dukungan orang tua inilah yang membuat Arrow semakin percaya diri dan termotivasi untuk berkembang lebih baik.

4. "Ayah/Ibu kasih uang saku tambahan supaya kamu bisa beli apa saja yang kamu mau."

Memberikan uang saku berlebihan tanpa mengajarkan konsep pengelolaan keuangan bisa berdampak buruk bagi anak. Mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab, kurang motivasi, dan mudah frustrasi jika keinginannya tidak terpenuhi.

Sebagai gantinya, ajarkan anak untuk mengelola uang mereka sendiri, misalnya dengan menabung atau membeli barang yang mereka inginkan dari hasil usaha mereka sendiri. Dengan begitu, mereka akan lebih memahami nilai uang dan pentingnya tanggung jawab finansial.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved