Merasa Cemas Saat Makan? Kenali Eating Disorder dan 3 Jenis Gangguannya
Tanggal: 28 Agu 2025 14:10 wib.
Pernah merasa cemas atau takut setiap kali hendak makan? Bisa jadi hal tersebut berkaitan dengan eating disorder atau gangguan makan. Kondisi ini bukan sekadar soal pola makan, tetapi juga menyangkut kesehatan mental dan fisik. Eating disorder ditandai oleh perubahan ekstrem dalam perilaku makan yang berdampak pada tubuh, pikiran, dan perasaan seseorang.
Gangguan makan umumnya berhubungan erat dengan citra tubuh dan harga diri. Banyak penderitanya memiliki ketakutan berlebih terhadap kenaikan berat badan atau merasa tertekan dengan standar penampilan tertentu. Dalam beberapa kasus, pengendalian pola makan menjadi cara mereka untuk mendapatkan kembali rasa kontrol atas hidup, meskipun justru membahayakan kesehatan.
Menurut Medical News Today, ada berbagai jenis eating disorder, tetapi tiga di antaranya paling sering ditemui, yaitu anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating disorder (BED). Yuk, kenali lebih dekat!
1. Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan pembatasan asupan makanan secara ekstrem. Penderitanya memiliki ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan, bahkan ketika tubuh mereka sudah sangat kurus.
Beberapa ciri utamanya meliputi:
Sengaja mengurangi porsi makan secara drastis
Takut makan makanan berkalori tinggi
Sering berolahraga berlebihan untuk menjaga berat badan tetap rendah
Jika tidak ditangani, anoreksia dapat menyebabkan masalah serius seperti kekurangan gizi, gangguan hormon, hingga risiko kerusakan organ.
2. Bulimia Nervosa
Berbeda dengan anoreksia, bulimia nervosa ditandai dengan pola makan berlebih (binge eating) yang diikuti tindakan kompensasi untuk “menghilangkan” kalori. Misalnya:
Memuntahkan makanan secara sengaja
Mengonsumsi obat pencahar
Berpuasa ekstrem
Berolahraga secara berlebihan
Penderita bulimia biasanya sadar bahwa perilakunya tidak sehat, namun sering merasa terjebak dalam siklus berulang. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kerusakan gigi, dehidrasi, dan gangguan pencernaan.
3. Binge Eating Disorder (BED)
BED adalah gangguan makan yang ditandai dengan kebiasaan makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, sering kali dilakukan diam-diam atau bahkan saat tidak merasa lapar.
Setelah makan, penderita biasanya mengalami perasaan:
Malu
Bersalah
Jiji k terhadap diri sendiri
Berbeda dengan bulimia, penderita BED tidak melakukan tindakan kompensasi setelah makan berlebihan, sehingga berpotensi memicu peningkatan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.
Pemulihan dan Penanganan Eating Disorder
Kabar baiknya, gangguan makan bisa dipulihkan dengan penanganan yang tepat. Proses pemulihan biasanya melibatkan kerja sama tim profesional, seperti:
Terapis atau psikolog
Ahli gizi
Dokter umum
Psikiater
Dokter gigi (khususnya untuk penderita bulimia)
Pendekatan pemulihan tidak hanya fokus pada pola makan, tetapi juga penyembuhan psikologis, termasuk membangun kembali kepercayaan diri, memperbaiki citra tubuh, dan mengatasi masalah emosional yang mendasarinya.
Pada kasus berat, penderita mungkin memerlukan perawatan darurat, terutama bila mengalami dehidrasi, kekurangan gizi ekstrem, atau penurunan berat badan drastis. Semakin dini gangguan makan ditangani, semakin besar pula peluang untuk pulih.
Eating disorder adalah kondisi serius yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang. Jika kamu atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda gangguan makan, segera cari bantuan profesional. Mengambil langkah lebih awal sangat penting untuk pemulihan jangka panjang.