Sumber foto: Canva

Hubungan Antara Postur Tubuh dan Kepercayaan Diri

Tanggal: 28 Agu 2025 14:43 wib.
Postur tubuh sering kali dianggap sepele. Banyak dari kita tidak sadar bagaimana kita duduk, berdiri, atau berjalan. Padahal, cara kita membawa diri bukan hanya soal estetika, tapi juga soal psikologis. Secara ilmiah, ada kaitan erat antara postur tubuh dan kepercayaan diri. Cara kita menempatkan tubuh bisa mengirimkan sinyal kuat ke otak, memengaruhi bagaimana kita merasakan diri sendiri dan bagaimana orang lain melihat kita. Ini bukan sekadar mitos, tapi sebuah fenomena yang berakar pada ilmu psikologi dan biologi.

Bahasa Tubuh yang Berbicara

Sebelum kata-kata terucap, tubuh kita sudah lebih dulu "berbicara". Bahasa tubuh yang terbuka dan kuat, seperti bahu yang tegak, dada membusung, dan pandangan lurus ke depan, secara universal diasosiasikan dengan kekuatan, dominasi, dan keyakinan. Sebaliknya, postur yang tertutup, seperti bahu membungkuk, kepala menunduk, dan lengan menyilang, sering kali diinterpretasikan sebagai tanda ketidakamanan, rasa takut, atau kurangnya kepercayaan diri.

Amy Cuddy, seorang psikolog sosial terkenal dari Harvard, menyebut konsep ini sebagai power pose. Melalui penelitiannya, dia menemukan bahwa mengadopsi postur tubuh yang berkuasa selama beberapa menit bisa mengubah kadar hormon dalam tubuh. Peningkatan kadar testosteron, hormon yang terkait dengan dominasi dan keberanian, serta penurunan kadar kortisol, hormon stres, terjadi pada orang-orang yang mengadopsi power pose. Jadi, bukan hanya kita terlihat percaya diri, tapi tubuh kita juga mulai memproduksi hormon yang mendukung perasaan tersebut.

Bagaimana Postur Memengaruhi Otak

Koneksi antara postur dan psikologi bekerja dua arah. Otak mengirimkan sinyal yang memengaruhi postur, tapi postur juga bisa mengirimkan sinyal balik ke otak. Saat kita membungkuk, otak kita bisa menafsirkan sinyal itu sebagai tanda kelemahan atau ketidaknyamanan. Responnya adalah dengan mengaktifkan sistem saraf yang terkait dengan stres dan kecemasan, yang pada gilirannya bisa mengurangi rasa percaya diri.

Sebaliknya, saat kita secara sadar memperbaiki postur, menegakkan bahu, dan mengangkat kepala, kita mengirimkan sinyal positif ke otak. Sinyal ini bisa membantu menenangkan sistem saraf, mengurangi produksi hormon stres, dan meningkatkan hormon yang membuat kita merasa lebih kuat dan terkendali. Ini menciptakan lingkaran umpan balik positif: postur yang baik memicu perasaan percaya diri, dan perasaan percaya diri mendorong postur yang lebih baik. Proses ini tidak terjadi dalam semalam, tapi dengan latihan konsisten, postur tubuh yang kuat bisa menjadi kebiasaan yang melekat.

Manfaat Jangka Panjang untuk Kehidupan Sehari-hari

Memperbaiki postur tubuh bukan hanya untuk terlihat lebih baik, tapi juga membawa manfaat jangka panjang yang signifikan untuk berbagai aspek kehidupan.

Dalam Lingkungan Profesional: Postur yang tegak memancarkan profesionalisme dan otoritas. Saat presentasi atau rapat, postur ini bisa membuat pesan yang disampaikan terdengar lebih meyakinkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mempertahankan postur tegak selama wawancara kerja memiliki peluang lebih besar untuk diterima. Mereka dianggap lebih kompeten, karismatik, dan percaya diri.

Dalam Interaksi Sosial: Postur yang terbuka membuat kita terlihat lebih mudah didekati dan ramah. Sebaliknya, postur yang membungkuk bisa membuat orang lain berpikir kita ingin menyendiri atau tidak tertarik pada interaksi. Dengan postur yang kuat, kita bisa memulai percakapan dengan lebih lancar dan membangun koneksi yang lebih baik.

Kesehatan Mental: Postur yang baik dapat menjadi alat praktis untuk mengelola stres dan kecemasan. Saat merasa gugup atau cemas, coba perbaiki postur. Tegakkan punggung, ambil napas dalam, dan pertahankan posisi itu selama beberapa menit. Latihan sederhana ini bisa membantu menenangkan diri dan mengubah perspektif. Postur yang buruk sering dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi, sementara postur yang tegak bisa memperbaiki suasana hati.

Bagaimana Membangun Postur yang Lebih Baik

Memperbaiki postur tubuh memerlukan kesadaran dan latihan.


Latihan Kesadaran: Mulailah dengan memperhatikan posisi tubuh di berbagai situasi. Apakah bahu membungkuk saat duduk di meja kerja? Apakah kepala menunduk saat berjalan? Kesadaran adalah langkah pertama.
Latihan Otot: Perkuat otot inti (perut dan punggung) karena otot-otot ini menopang tulang belakang. Latihan sederhana seperti plank, bridge, dan cat-cow bisa sangat membantu.
Posisi Ergonomis: Pastikan kursi, meja, dan layar komputer diatur dengan benar agar tubuh tetap dalam posisi alami dan tegak.
Peregangan Rutin: Lakukan peregangan ringan setiap beberapa jam, terutama jika pekerjaan mengharuskan duduk lama. Peregangan bisa membantu merelaksasi otot yang tegang dan memperbaiki sirkulasi.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved