Dokter: Konsumsi Jajanan Viral dan Makanan Cepat Saji Bisa Turunkan Kesehatan dan Mempercepat Penuaan Kulit

Tanggal: 28 Agu 2025 14:14 wib.
Jakarta – Tren jajanan viral dan makanan cepat saji yang digemari anak muda berpotensi menurunkan kualitas kesehatan sekaligus mempercepat penuaan kulit. Hal ini diungkapkan dr. Maya Surjadjaja, Wakil Ketua PERDAWERI, di Jakarta, Minggu.

Menurut dr. Maya, makanan tinggi gula dan gorengan berbahan tepung mengandung advanced glycation end products (AGEs) yang dapat merusak kolagen. Dampaknya, kulit menjadi kering, kusam, dan keriput lebih cepat.

Selain itu, kesehatan usus memiliki peran penting dalam menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan otak. Konsep “gut-brain-skin axis” menjelaskan bahwa mikrobiota usus berinteraksi dengan otak dan kulit. Kondisi usus yang sehat membantu menjaga kulit tetap terjaga dan pikiran lebih seimbang.

“Gut-brain-skin axis itu jaringan komunikasi kompleks antara usus, otak, dan kulit, yang juga berhubungan dengan sistem kekebalan dan hormon. Kalau usus sehat, kulit lebih terjaga dan pikiran pun lebih seimbang,” jelas Maya.

Dr. Maya juga menekankan pentingnya lemak sehat. Tidak semua lemak buruk; lemak sehat diperlukan untuk menjaga elastisitas kulit dan keseimbangan hormon. Menghindari semua lemak justru bisa membuat kulit terlihat lebih tua.

Untuk mencegah dampak buruk makanan cepat saji, masyarakat disarankan menerapkan gaya hidup berkelanjutan, termasuk pola makan bergizi seimbang, tidur cukup, manajemen stres, dan olahraga rutin.

“Obat atau tindakan estetik hanya pelengkap. Dasarnya tetap pola hidup sehat,” tutup dr. Maya.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved