Cara Membiasakan Hewan Peliharaan Ditinggal di Rumah

Tanggal: 28 Agu 2025 14:13 wib.
Jakarta – Bagi banyak pemilik hewan, momen hendak berangkat kerja sering kali terasa berat. Anjing atau kucing yang ditinggalkan di rumah bisa menunjukkan tanda-tanda gelisah, sedih, bahkan mencakar-cakar pintu seolah tak rela berpisah. Kondisi ini dikenal sebagai kecemasan perpisahan (separation anxiety), yang menurut pakar hewan Dr. Swathi Hareendran bukanlah tanda pola asuh yang buruk, melainkan respons alami dari ikatan emosional yang kuat antara hewan dan pemiliknya.

Untuk membantu hewan peliharaan lebih tenang ketika ditinggalkan, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan secara bertahap.

Pertama, lakukan latihan pemisahan secara perlahan. Pemilik dapat mulai dengan meninggalkan hewan di ruangan lain selama 10–15 menit, kemudian secara bertahap memperpanjang durasi. Saat hewan mulai terbiasa dan menyadari bahwa pemilik selalu kembali, tingkat kecemasan mereka biasanya akan berkurang. Pada saat yang sama, penting untuk menghindari perpisahan yang berlebihan atau penuh drama agar emosi hewan tidak semakin terpicu.

Kedua, berikan benda-benda yang memiliki aroma familiar. Seekor anjing atau kucing bisa merasa lebih tenang jika ditinggalkan bersama kaus lama pemilik atau selimut yang biasa digunakan. Aroma ini memberi rasa aman dan mengurangi perasaan ditinggalkan sendirian.

Ketiga, ajak hewan melakukan aktivitas bersama sebelum pergi. Bermain sebentar atau berjalan-jalan singkat bisa membantu menyalurkan energi sekaligus membuat hewan lebih rileks. Dengan begitu, momen perpisahan terasa lebih alami, bukan mendadak atau terburu-buru.

Keempat, sediakan mainan yang bisa mengalihkan perhatian. Mainan interaktif seperti puzzle makanan, alas penciuman (snuffle mat), atau mainan kunyah dapat membantu anjing maupun kucing tetap sibuk secara mental. Selain mencegah kebosanan, stimulasi ini juga mengurangi perilaku cemas seperti menggonggong terus-menerus, menggaruk, atau mengunyah benda di rumah.

Namun, bila berbagai upaya ini belum berhasil, pemilik dapat mempertimbangkan alternatif lain seperti menggunakan jasa dog walker atau pengasuh yang bisa menemani hewan saat ditinggalkan. Untuk kucing, memiliki teman kucing lain juga bisa membantu, asalkan proses perkenalannya dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan stres baru.

Perlu diingat, kecemasan pada hewan peliharaan tidak hanya terlihat dari perilaku, tetapi juga bisa muncul dalam bentuk fisik seperti diare, muntah, atau masalah kulit. Jika tanda-tanda ini muncul dan berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter hewan agar mendapat penanganan medis maupun terapi perilaku yang sesuai.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved