Benarkah Uang Membuat Kita Bahagia ? Ini Cara Warga Finlandia Jadi Warga Paling Bahagia

Tanggal: 23 Feb 2025 17:44 wib.
Tampang.com | Uang sering kali dianggap sebagai kunci kebahagiaan. Pernyataan ini memang sering kita dengar: "Uang tidak bisa membeli kebahagiaan," namun di sisi lain, banyak yang percaya bahwa memiliki uang dalam jumlah besar tentu bisa membuat hidup lebih bahagia. Namun, kebenaran dari pernyataan tersebut agaknya memerlukan telaah lebih mendalam. Mari kita telaah bagaimana para warga Finlandia, yang selama bertahun-tahun menempati posisi puncak dalam laporan World Happiness Report, menjalani kehidupan mereka.

Kebahagiaan sejatinya bukan hanya soal jumlah uang di rekening bank, melainkan melibatkan berbagai faktor yang sering kali sulit ditemukan di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Finlandia merupakan negara yang mampu mengintegrasikan aspek-aspek seperti hubungan harmonis antara manusia dan alam, sistem sosial yang saling mendukung, serta kepercayaan yang tinggi terhadap pemerintah. Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan kondisi yang ada di Indonesia.

Di Finlandia, sistem pemerintahan yang efektif dan transparan menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan rasa aman dan damai bagi masyarakat. Bayangkan, di negara dengan sistem pemerintahan yang stabil ini, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat tinggi. Mereka merasa yakin bahwa pajak yang mereka bayar akan dikembalikan dalam bentuk layanan publik yang berkualitas. Padahal, di Indonesia, tingkat kepercayaan ini masih tergolong rendah. Hal ini terbukti dari besarnya jumlah orang yang enggan melapor pajak. Jika melihat data terbaru, hanya sekitar 5% dari total populasi yang melaporkan pajak mereka setiap tahunnya.

Sistem sosial di Finlandia memberikan jaminan sosial yang kuat. Setiap warga dilindungi oleh akses penuh terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus khawatir dengan biaya besar. Pendidikan dari tingkat dasar hingga universitas juga disediakan secara gratis bagi seluruh masyarakat. Dengan akses pendidikan yang sama, setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk meraih impian mereka. Di sisi lain, di Indonesia, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan sistem jaminan sosial dan pendidikan yang adil bagi semua, terbukti dengan kesenjangan akses yang ada di berbagai daerah.

Finlandia juga dikenal dengan keindahan alamnya yang mempesona. Banyak dari warganya yang tinggal dekat dengan alam, yang tidak sulit untuk dijangkau. Mereka bisa berjalan kaki ke taman atau hutan hanya dalam waktu sepuluh menit. Interaksi dengan alam ini memberikan dampak positif yang besar terhadap kesehatan mental dan kebahagiaan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa beraktivitas di luar ruangan dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kreativitas. Sementara di Indonesia, urbanisasi dan polusi membuat koneksi dengan alam menjadi semakin sulit dijangkau oleh masyarakat perkotaan.

Belum hilang dari ingatan kita, berbagai kasus korupsi yang mengemuka di Indonesia juga menjadi penghambat kepercayaan masyarakat terhadap sistem. Banyak orang merasa ragu untuk membayar pajak, mengingat banyaknya penyalahgunaan anggaran yang terjadi. Hal ini membuat beban pajak semakin berat bagi mereka yang patuh membayar, sementara mereka yang enggan, nyatanya tidak mendukung perkembangan negara.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, kita tetap harus optimis bahwa masa depan Indonesia bisa cerah, terutama dengan generasi yang lebih muda yang memiliki harapan untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi negara maju dengan kebijakan yang lebih mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Sama seperti Finlandia, di Indonesia pun terdapat kekayaan budaya serta potensi sumber daya alam yang melimpah. Diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi yang berkeadilan. Dengan memadukan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah pembangunan, kita akan berjalan menuju masa depan yang lebih baik.

Dalam banyak hal, kebahagiaan bukan semata-mata datang dari angka di rekening bank, melainkan sistem yang mendukung setiap lapisan masyarakat. Meskipun kita tidak tinggal di Finlandia, namun kita bisa belajar dari pola hidup dan sistem yang mereka terapkan. Kebahagiaan dapat dicapai, meskipun bukan dengan kekayaan materi semata, melainkan melalui kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved