Batasi Gawai Selama 2 Jam Pada Remaja Bantu Mereka Tidur Lebih Nyenyak

Tanggal: 30 Okt 2017 17:50 wib.
Tampang.com - Dengan semakin majunya teknologi, memang membuat hidup menjadi lebih mudah. Namun, di sisi lain ternyata teknologi menjadi salah satu alasan utama berbagai masalah kesehatan menyerang, terutama pada kalangan remaja.

Menurut para peneliti, remaja sekarang semakin mengabaikan pola tidur karena terlalu sibuk menghabiskan waktu bermain dengan gawai mereka. Bahkan, peneliti mengungkapkan bahwa remaja tidur lebih sedikit dibandingkan generasi yang lebih tua.

Para ahli percaya, bahwa agar mereka menjadi lebih produktif, maka penggunaan gawai mesti dibatasi. Hal ini karena remaja membutuhkan waktu tidur 9 jam tiap malam untuk menjadi produktif.

Periset dari San Diego State University dan Iowa State University di Amerika Serikat memeriksa data lebih dari 360.000 siswa sekolah yang ikut serta dalam sebuah survei. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Sleep Medicine menemukan, sekira 40% remaja pada 2015 kurang tidur dari 7 jam semalam, yaitu 58% lebih banyak daripada tahun 1991, dan 17% lebih banyak dari tahun 2009.

Dengan menggali lebih jauh data tersebut, para periset mengetahui bahwa semakin banyak waktu yang dilaporkan orang muda, semakin sedikit tidur yang mereka dapatkan. Remaja yang menghabiskan 5 jam sehari secara online 50% lebih mungkin tidak cukup tidur dari teman sebayanya yang hanya menghabiskan 1 jam online setiap hari.

Mulai sekira tahun 2009, penggunaan smartphone melonjak, yang menurut periset mungkin bertanggungjawab atas kenaikan 17% (antara 2009-2015) dalam jumlah siswa yang tidur kurang dari 7 jam. Kabar buruknya, gelombang cahaya yang dipancarkan smartphone dan tablet dapat mengganggu ritme tidur alami tubuh, apa artinya? "Waktu tidur remaja secara mayoritas mulai menjadi lebih pendek," kata Jean Twenge dari San Diego State University di AS yang dikutip Zeenews, Senin (30/10/2017).

Remaja mungkin mengimbangi kekurangan tidur dengan tertidur pada siang hari, kata Zlatan Krizan dari Iowa State University. Tapi, hal itu akan mengganggu aktivitas remaja sebagai seorang siwa.

"Tubuh kita akan mencoba memenuhi kebutuhan tidurnya, yang berarti tidur akan mengganggu kehidupan dan lingkungannya. Remaja mungkin tidur siang pada akhir pekan atau mereka mungkin mulai tertidur di sekolah," tutur Zlatan.

Bagi banyak orang, smartphone dan tablet merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, jadi kuncinya adalah moderasi kata Twenge.

Menurut Twenge, membatasi waktu penggunaan smartphone sampai 2 jam sehari sangat diharuskan. Hal ini agar para remajabisa mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas.

"Mengingat pentingnya tidur, baik untuk kesehatan fisik dan mental, baik remaja maupun orang dewasa harus mempertimbangkan apakah penggunaan smartphone mengganggu tidur mereka," sarannya.

"Sangat penting untuk tidak menggunakan smartphone phone atau perangkat berlayar sebelum tidur, karena bisa mengganggu proses Anda tertidur," pungkasnya.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved