7 Cara Mengasah Kecakapan Matematika Pada Anak Wanita

Tanggal: 7 Mei 2018 00:01 wib.
Dari berbagai pendapat, tampaknya para ahli setuju bahwa ada sejumlah faktor yang membuat adanya perbedaan kemampuan atau kecakapan matematika pada anak lelaki dan perempuan. Tak saja faktor psikologis, tapi juga soal budaya.

Jadi, haruskah kita menerima nasib bahwa lelaki memang lebih unggul dalam matematika dibanding perempuan? Tentu saja tidak. Tapi bagaimana caranya agar matematika menarik bagi anak perempuan. Berikut ini beberapa tips untuk mengasah kecakapan matematika pada anak wanita:


Pengajaran matematika harus berubah. Para guru matematika harus menghilangkan keyakinan mereka bahwa para gadis tidak tertarik pada matematika. Buang anggapan bahwa anak gadis selalu kalah dalam matematika seberapa besar pun kerasnya usaha mereka.
Guru yang bijaksana seharusnya mendorong para siswi yang lemah dan bukan malah menakut-nakuti atau menekan mereka. Tak ada salahnya pula pihak sekolah merancang program sedemikian rupa untuk membantu para siswi meningkatkan nilai mereka.
Untuk lebih mendekatkan matematika kepada para siswa, para guru juga dituntut kreatif merancang cara penyajian konsep-konsep matematika. Buatlah pelajaran matematika menjadi semacam permainan yang menarik minat anak.
Selain guru dan sekolah, para orang tua pun seharusnya berperan dalam pendidikan anak. Para ibu yang biasanya lebih banyak memperhatikan prestasi belajar anak mereka, dianjurkan untuk lebih mendorong semangat anak gadisnya. Jangan malah memaafkan dengan alasan Anda pun dulu lemah dalam matematika. Ini hanya akan membuat anak gadis Anda ibarat kalah sebelum perang. Justru Anda seharusnya bersikap, anak gadis Anda harus berprestasi lebih baik dari Anda.
Seorang ibu tidak perlu pintar matriks dan kalkulus untuk membantu anak gadisnya menangkap konsep-konsep matematika. Para orang tua hanya harus selalu mengingatkan anaknya bahwa semua persamaan matematika memiliki suatu dasar yang logis. Dan setiap langkah dalam matematika harus berlandaskan suatu nalar/alasan yang bisa dimengerti secara menyeluruh. Begitu anak memahami landasan dasar itu, dia akan mampu menyelesaikan soal serupa tanpa kesulitan.
Jika dimungkinkan, orang tua bisa menarik matematika keluar dari buku soal dan memasukkannya dalam kehidupan nyata.
Doronglah para anak gadis untuk menjelajahi lingkungan sekitar dan mempelajari cara kerja benda-benda dalam kehidupan nyata. Tunjukkan beragam bentuk dan ukuran geometrik di dalam rumah atau biarkan dia menghitung uang kembalian dari belanja di pasar. Ini pun merupakan dasar matematika walau sederhana.


Dengan mengaitkan matematika dalam kehidupan sehari-hari ketakutan terhadap ilmu itu akan sirna.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved