Sumber foto: Goggle

Pertumbuhan Ekonomi Batam Meningkat Pesat, Konsumsi Listrik Melesat

Tanggal: 19 Jul 2024 13:51 wib.
Pertumbuhan ekonomi di Batam yang mendongkrak sebesar 7,04% pada akhir tahun 2023 telah mendorong peningkatan konsumsi listrik di kota tersebut. Tercatat bahwa konsumsi listrik meningkat sebesar 9,06% pada tahun sebelumnya, dan diproyeksikan akan melonjak sebesar 10%-15% dalam tahun ini. Sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi yang signifikan, hal ini menjadi salah satu indikator penting dari perkembangan ekonomi suatu daerah.

Menurut Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Zulhamdi, sejak tahun 2022 pasca pandemi, konsumsi listrik mengalami peningkatan yang signifikan hingga mencapai 14,71%. Selain itu, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), PLN Batam memproyeksikan peningkatan kebutuhan tenaga listrik hingga 10 tahun ke depan dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 6% per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan ini, PLN Batam berencana menambah daya sebesar 860 megawatt (MW) yang terdiri dari PLTS sebesar 126 MW, PLTG sebesar 50 MW, PLTGU sebesar 159 MW dan PLTMG sebesar 125 MW, serta melakukan kerja sama antar wilayah usaha dengan PLN Persero sebesar 400 MW.

Zulhamdi juga menegaskan adanya hubungan kasualitas antara konsumsi listrik dan pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi penggunaan listrik, maka semakin tinggi pula aktivitas perekonomian di suatu daerah. Hal ini sejalan dengan pengamatan dari akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Internasional Batam (UIB), Suyono Saputro, yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam melejit hingga 7,04% pada tahun 2023, melampaui rata-rata nasional dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang hanya mencapai 6,84% pada tahun sebelumnya.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, sektor pengadaan listrik dan energi juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pertumbuhan sektor ini mencapai 15,88% pada tahun 2022 dan 9,10% pada tahun 2023, yang menunjukkan kontribusi yang cukup tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Batam. Dari data-data yang tersedia, pertumbuhan ekonomi Batam dalam lima tahun terakhir, terutama didorong oleh delapan sektor unggulan, antara lain industri pengolahan, konstruksi, jasa perdagangan, jasa keuangan, informasi komunikasi, transportasi pergudangan, pengadaan listrik dan gas, dan akomodasi. Selain itu, kota Batam juga berhasil mencatatkan tingkat recovery yang cepat pasca pandemi Covid pada tahun 2020-2021, di mana pertumbuhan sektor konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah memberi kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi kota ini setiap tahunnya.

Menurut Suyono Saputro, dalam konteks industri manufaktur, ketersediaan energi dan pasokan yang lancar merupakan hal yang krusial. Kualitas pelayanan yang semakin baik menjadi salah satu aspek bagi peningkatan daya saing iklim investasi di Batam. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara PLN dan BP Batam dalam menyusun perencanaan pengembangan kawasan pada masa yang akan datang, khususnya terkait sektor investasi unggulan dan proyeksi kebutuhan energi listrik dalam jangka waktu 5-10 tahun ke depan.

Dengan peningkatan konsumsi listrik yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, Batam terus menunjukkan potensi sebagai salah satu kawasan ekonomi penting di Indonesia. Adanya komitmen untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat akan memberikan dukungan vital bagi perkembangan sektor-sektor ekonomi di Batam dan mendorong terjaganya stabilitas pertumbuhan ekonomi di kota ini. Semoga inisiatif ini juga dapat memicu investasi lebih lanjut serta peluang-peluang berkembangnya sektor-sektor ekonomi baru di Batam. 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved