Sumber foto: Google

Menaker Buka Suara soal Ribuan Driver Ojol Demmo Besar-Besaran Tuntut THR

Tanggal: 19 Feb 2025 05:37 wib.
Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online turun ke jalan dalam aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut Tunjangan Hari Raya (THR). Para pengemudi menilai bahwa mereka juga berhak mendapatkan THR seperti pekerja formal lainnya, mengingat kontribusi mereka dalam sektor transportasi berbasis aplikasi semakin vital.

Menanggapi tuntutan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa pemerintah telah menerima aspirasi para pengemudi ojol dan sedang menjalin komunikasi dengan pihak pengusaha untuk membahas skema THR yang memungkinkan.

Menaker Yassierli mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah dan perusahaan aplikasi transportasi online tengah merumuskan skema pemberian THR bagi pengemudi ojol dan taksi online.

"Kami memahami aspirasi yang disampaikan para pengemudi. Saat ini, komunikasi dengan pihak pengusaha berjalan dengan baik, dan kami optimistis mereka akan memahami tuntutan ini," ujar Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/2/2025).

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi terbaik agar para pengemudi ojol bisa mendapatkan hak yang lebih baik, termasuk kemungkinan penerimaan THR sebagaimana pekerja sektor lainnya.

Meski ada optimisme dari pemerintah, penentuan THR bagi pengemudi ojol tidaklah mudah. Salah satu tantangan utama adalah status kerja para pengemudi yang dianggap sebagai mitra, bukan karyawan tetap.

Perusahaan aplikasi transportasi online selama ini berdalih bahwa ojol bukan pekerja formal sehingga tidak memiliki kewajiban untuk memberikan THR seperti perusahaan yang mempekerjakan pegawai tetap.

Namun, para pengemudi ojol berpendapat bahwa mereka telah bekerja penuh waktu dan bergantung pada aplikasi, sehingga mereka seharusnya mendapatkan hak yang sama seperti pekerja sektor formal lainnya.

Menanggapi tuntutan ini, beberapa perusahaan transportasi online masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan pemberian THR kepada pengemudi. Namun, beberapa sumber dari industri menyebutkan bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan skema insentif khusus menjelang hari raya sebagai solusi alternatif.

"Kami masih mendiskusikan berbagai opsi agar bisa tetap mendukung kesejahteraan mitra pengemudi tanpa melanggar regulasi yang ada," ujar salah satu perwakilan perusahaan aplikasi transportasi online yang enggan disebutkan namanya.

Bagi para pengemudi ojol, pemberian THR menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras mereka yang telah menopang industri transportasi online di Indonesia.

"Kami bekerja setiap hari tanpa gaji tetap, tapi tetap harus membayar potongan dari setiap perjalanan yang kami lakukan. THR adalah hak kami," ujar Budi, salah satu pengemudi ojol yang ikut dalam aksi demonstrasi.

Para pengemudi berharap keputusan segera diambil sebelum Lebaran agar mereka bisa menikmati momen hari raya bersama keluarga dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar dalam menyeimbangkan kepentingan pengemudi dan perusahaan aplikasi. Keputusan akhir terkait THR bagi ojol masih menunggu finalisasi, namun ada harapan bahwa para pengemudi akan mendapatkan kejelasan dalam waktu dekat.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved