Krisis Kepercayaan Konsumen terhadap Jenama: Mengapa dan Bagaimana Mengatasinya?
Tanggal: 30 Mar 2025 13:49 wib.
Tampang.com | Fenomena yang jarang terjadi kini terlihat di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ibu kota. Antrean kendaraan mengular di SPBU milik jenama asing, termasuk motor dan mobil biasa. Biasanya memang ramai, tetapi kali ini lebih dari sekadar kepadatan biasa.
Alasannya? Kepercayaan konsumen terhadap jenama nasional mulai pudar. Kasus dugaan bensin oplosan dan berbagai insiden terkait kualitas bahan bakar telah membuat banyak pelanggan beralih ke alternatif lain yang lebih mereka percayai.
Kepercayaan: Fondasi Loyalitas Konsumen
Dari perspektif pemasaran, kepercayaan terhadap jenama adalah pondasi utama terbentuknya loyalitas pelanggan. Jika kepercayaan ini hilang, konsumen cenderung mencari alternatif lain yang dirasa lebih dapat diandalkan.
Menurut beberapa penelitian:
Kepercayaan pelanggan terhadap produk dan layanan akan berdampak positif terhadap loyalitas mereka (Lien dkk., 2015).
Konsumen yang percaya pada jenama cenderung lebih puas dan tetap setia (Park & Kim, 2016).
Jika kepercayaan pudar, maka peralihan ke jenama lain menjadi tidak terhindarkan, kecuali jika tidak ada pilihan lain.
Empat Fase Loyalitas Konsumen terhadap Jenama
Menurut Oliver (1999), ada empat tahap dalam loyalitas pelanggan, dari yang paling lemah hingga yang paling kuat:
1 Loyalitas Kognitif
Pelanggan memilih jenama tertentu karena sudah menjadi kebiasaan atau tidak ada alternatif lain. Namun, mereka tidak benar-benar merasa puas atau terikat dengan produk tersebut.
2 Loyalitas Afektif
Loyalitas mulai terbentuk karena pengalaman positif yang berulang. Konsumen puas karena harapan mereka terpenuhi.
3 Loyalitas Konatif
Pada tahap ini, pelanggan mulai memiliki komitmen untuk tetap menggunakan produk dan berniat membeli kembali.
4 Loyalitas Tindakan
Fase tertinggi, di mana pelanggan tidak hanya berniat membeli kembali, tetapi juga siap mengatasi hambatan yang mungkin muncul untuk tetap menggunakan produk tersebut.
Kesimpulannya: Jika loyalitas pelanggan masih pada tahap pertama atau kedua, mereka sangat rentan untuk beralih ke jenama lain ketika menemukan opsi yang lebih baik.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Kepercayaan Konsumen Mulai Pudar?
Bagi sebuah jenama, hilangnya kepercayaan pelanggan adalah bencana besar. Jika tidak segera ditangani, jenama tersebut berisiko kehilangan pangsa pasar, atau bahkan mengalami kehancuran permanen.
Ada lima langkah krusial yang bisa dilakukan perusahaan untuk memulihkan kepercayaan konsumen:
1 Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf
Perusahaan harus secara terbuka mengakui kesalahan yang telah merugikan konsumen. Langkah ini penting untuk menunjukkan tanggung jawab dan transparansi.
2 Memberikan Kompensasi
Meminta maaf saja tidak cukup. Konsumen yang dirugikan harus mendapatkan kompensasi yang adil, seperti penggantian produk atau bentuk kompensasi lain yang setimpal.
3 Memperbaiki Sistem Internal
Perusahaan harus melakukan evaluasi dan perbaikan agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi. Transparansi dalam proses ini juga diperlukan agar konsumen mengetahui bahwa perbaikan benar-benar dilakukan.
4 Melibatkan Konsumen dalam Proses Perbaikan
Mendengarkan keluhan, kritik, dan saran dari konsumen dapat membantu perusahaan memahami apa yang benar-benar diinginkan pelanggan.
5 Membangun Kembali Kepercayaan melalui Kampanye Positif
Setelah melakukan perbaikan, perusahaan perlu melakukan komunikasi aktif kepada pelanggan, menunjukkan bahwa mereka telah “lahir kembali” dengan standar kualitas yang lebih baik.
Kesimpulan: Kepercayaan adalah Kunci Keberlanjutan
Dalam dunia bisnis, kehilangan kepercayaan konsumen bisa menjadi pukulan berat. Namun, jika ditangani dengan cepat dan transparan, ada peluang besar untuk memulihkan loyalitas pelanggan.
Bagi jenama yang sudah mendominasi pasar karena regulasi, konsumen memang tidak punya banyak pilihan. Namun, jika kepercayaan terus menurun tanpa adanya perbaikan, maka masa depan jenama tersebut tetap berisiko.
Maka dari itu, langkah terbaik adalah bertindak sekarang sebelum terlambat