Sumber foto: Google

Kemendagri Imbau Waspada Inflasi Jelang Ramadan

Tanggal: 14 Feb 2025 21:51 wib.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir baru-baru ini mengeluarkan imbauan penting terkait pengawasan inflasi menjelang bulan Ramadan. Dalam pernyataannya, Tomsi Tohir meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan kementerian serta lembaga terkait untuk meningkatkan koordinasi dalam mengawasi stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Kegiatan ini sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat terutama saat bulan suci yang penuh dengan tradisi dan kegiatan berbelanja ini.

Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah, tetapi juga sering diwarnai oleh peningkatan permintaan terhadap bahan pokok. Oleh karena itu, dengan meningkatnya permintaan ini, risiko terjadinya inflasi menjadi lebih nyata. Tomsi Tohir menekankan bahwa inflasi yang tidak terkendali dapat berdampak negatif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki pendapatan rendah. Sebagai langkah preventif, dia mendorong TPID dan instansi terkait agar melakukan pemantauan dan analisis harga secara rutin.

Dalam imbauannya, Plt. Sekjen Kemendagri juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. Koordinasi yang baik antar berbagai instansi baik dari sektor perdagangan, pertanian, hingga industri akan sangat berpengaruh terhadap keseluruhan ekosistem pangan. Dengan sinergi yang solid, ketersediaan bahan pokok dapat dijaga, sehingga para konsumen tidak akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Ramadan.

Lebih lanjut, Tomsi Tohir mengingatkan bahwa stabilitas harga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mencakup partisipasi aktif dari pelaku usaha. Para pedagang dan distributor diharapkan untuk menjaga harga jual yang wajar dan tak bermain-main dalam penetapan harga demi keuntungan semata. Dengan cara ini, diharapkan harga-harga kebutuhan pokok selama Ramadan dapat terjaga dengan baik.

Dalam menjalankan tugasnya, TPID diharapkan tidak hanya melakukan pemantauan harga, tetapi juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai harga bahan pokok. Hal ini bertujuan agar masyarakat semakin paham terhadap dinamika harga dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu panic buying atau tindakan-tindakan yang tidak beralasan lainnya.

Tomsi Tohir juga menegaskan bahwa langkah-langkah pencegahan inflasi ini harus dilakukan sejak awal Ramadan, sehingga masyarakat dapat menikmati bulan suci ini tanpa harus khawatir dengan masalah kestabilan harga bahan pokok. Kesiapan dan koordinasi yang baik antar pelayanan publik juga merupakan kunci dalam mengatasi potensi persoalan inflasi yang bisa muncul.

Dalam konteks yang lebih luas, pengendalian inflasi menjelang Ramadan tidak hanya penting untuk sektor pangan, tetapi juga berdampak pada sektor-sektor lain yang terkait. Ketersediaan bahan baku yang terkendali serta harga yang stabil akan menciptakan iklim investasi yang lebih baik, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan kebijakan yang tepat dan sinergi dari semua pihak, diharapkan inflasi dapat terjaga dan masyarakat tetap bisa menjalani ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman. Oleh karena itu, imbauan dari Pelaksana Tugas (Plt.) Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir ini menjadi signal penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bersiap dan bersinergi demi kesejahteraan masyarakat.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved