Sumber foto: Unsplash

Jual Emas Pasca Lebaran, Tren atau Kesalahan Strategi?

Tanggal: 12 Apr 2024 06:44 wib.
Harga emas telah mencetak rekor beberapa kali selama bulan Ramadhan kali ini. Fenomena tren bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) berupa emas Antam turut menjadi salah satu faktor pendongkrak kenaikan harga.

Secara umum, harga emas Antam mayoritasnya selalu naik di periode bulan Ramadhan. Hanya pada tahun 2020 dan 2022, harga emas Antam mengalami penurunan. Pada tahun 2020, hal ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang mendorong terjadinya lockdown. Peristiwa ini mengakibatkan pembatasan transaksi, termasuk dalam hal pembelian emas. Meskipun demikian, penurunan harga emas hanya bersifat sementara. Pada bulan-bulan berikutnya, harga emas kembali melonjak, bahkan pada Juli 2020, harga emas Antam mencapai puncaknya dengan tembus di angka Rp1 juta per gram.

Di tahun 2024 ini, emas kembali menjadi tren dalam bentuk THR. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan emas Antam terus meningkat. Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika harga emas kembali meroket dan mencetak rekor baru.

Pemilik emas tentu akan menjadi pihak yang diuntungkan ketika harga emas tinggi. Namun, apakah menjual emas pasca Lebaran merupakan keputusan yang tepat?

Jawabannya tentu saja menguntungkan, namun perlu diingat bahwa emas merupakan instrumen investasi yang memberikan pengembalian yang lebih tinggi jika disimpan dalam jangka panjang. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki emas sejak 15 tahun lalu, maka keuntungan yang dapat diperoleh sebesar 130,53%.

Pada Maret 2009, harga emas Antam berkisar Rp475.000 per gram. Jika pada waktu tersebut dibeli emas seberat 1 gram, pada tanggal 9 April 2024, harga jual emas dengan buyback mencapai Rp1.197.000 per gram. Artinya, keuntungan yang didapat sebesar Rp722.000 per gram atau sekitar 152%.

Sementara itu, jika seseorang memiliki emas batangan selama 10 tahun, keuntungan yang dapat dikantongi adalah Rp626.000 per gram atau sekitar 109,63%.

Dari data tersebut, terlihat bahwa harga emas memiliki kecenderungan untuk terus naik dalam jangka panjang. Oleh karena itu, menjual emas setelah Lebaran mungkin bukan pilihan yang bijak. Sebagai alternatif, ada baiknya untuk mempertimbangkan melihat emas sebagai bagian dari investasi jangka panjang, yang dapat memberikan keuntungan yang lebih besar daripada menjualnya dalam waktu dekat.

Selain itu, sejumlah faktor ekonomi dan geopolitik juga dapat mempengaruhi harga emas di masa mendatang. Dengan demikian, untuk menentukan apakah menjual emas setelah Lebaran merupakan pilihan yang tepat, telah saatnya bagi para investor untuk mempertimbangkan dengan matang segala risiko dan peluang yang terlibat dalam transaksi jual beli emas.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved