Sumber foto: Google

IHSG Diprediksi Bergolak! BUMI hingga BMRI Jadi Sorotan Investor Hari Ini

Tanggal: 25 Nov 2025 09:28 wib.
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak variatif pada perdagangan Senin, 24 November 2025, dengan potensi tekanan dan peluang di sektor pertambangan, perbankan, dan konsumer. Para analis menyoroti saham-saham unggulan seperti BUMI, BMRI, hingga saham perbankan besar lainnya, yang diperkirakan akan menjadi katalis utama pergerakan IHSG hari ini.

IHSG menutup perdagangan Jumat lalu di level 7.015, mencatat penguatan tipis sekitar 0,2% dibandingkan hari sebelumnya. Namun, volatilitas pasar global, fluktuasi harga komoditas, dan pergerakan saham blue-chip diperkirakan akan memberikan tekanan sekaligus peluang bagi investor di awal pekan ini.

Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini

Berdasarkan analisis teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di range 7.000 hingga 7.050, dengan tren sideways cenderung menguat jika sentimen positif dari sektor perbankan dan pertambangan tetap terjaga.

Beberapa faktor yang memengaruhi prediksi pergerakan IHSG hari ini antara lain:



Harga Komoditas Global: Harga batu bara dan minyak mentah yang menguat dapat memberi dorongan pada saham pertambangan seperti BUMI.


Laporan Keuangan Emiten: Data kinerja triwulan beberapa bank besar dan perusahaan konsumer menjadi katalis bagi sektor terkait.


Sentimen Investor Asing: Aliran dana asing ke pasar saham domestik menjadi indikator penting. Peningkatan net buy oleh investor asing dapat menahan tekanan jual.


Kondisi Makroekonomi: Stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, dan kebijakan suku bunga BI turut memengaruhi pergerakan IHSG.



Analis menilai, meskipun IHSG berpotensi bergolak, indeks masih berada dalam tren jangka menengah positif, sehingga peluang untuk profit-taking maupun akumulasi saham tetap terbuka bagi investor strategis.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Sejumlah saham unggulan diprediksi akan menjadi fokus pergerakan IHSG hari ini:

1. BUMI (PT Bumi Resources Tbk)

Saham pertambangan ini diperkirakan kembali menjadi sorotan setelah harga batu bara global menunjukkan penguatan. Analis menyebutkan:



Target harga: Rp 1.500 – Rp 1.580 per lembar


Potensi: Katalis positif dari kenaikan harga komoditas dan permintaan global



Investor disarankan melakukan akumulasi bertahap dengan stop-loss di bawah level Rp 1.450 untuk memitigasi risiko volatilitas.

2. BMRI (PT Bank Mandiri Tbk)

Sebagai salah satu saham perbankan blue-chip, BMRI diperkirakan masih diminati investor. Faktor pendorong meliputi:



Kinerja laba triwulan yang solid


Stabilitas NIM (Net Interest Margin) dan pertumbuhan kredit yang sehat


Target harga: Rp 9.800 – Rp 10.100 per lembar



Strategi bagi investor: hold bagi jangka menengah, akumulasi saat harga menyentuh support psikologis.

3. BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk)

Bank milik negara ini diproyeksikan bergerak positif seiring sentimen perbankan secara umum. Analisis teknikal menunjukkan:



Support: Rp 5.800


Resistance: Rp 6.050


Rekomendasi: Buy on weakness untuk investor jangka pendek



BBRI tetap menjadi favorit investor ritel dan institusi karena likuiditas tinggi dan kinerja yang stabil.

4. UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk)

Sektor konsumer juga menjadi perhatian. UNVR diprediksi bergerak stabil, dengan potensi rebound jika IHSG menguat.



Target harga: Rp 5.600 – Rp 5.750 per lembar


Strategi: Hold bagi jangka menengah, akumulasi bertahap saat koreksi harga



5. TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk)

Sektor telekomunikasi diprediksi bergerak sideways hingga menguat tipis. TLKM tetap diminati karena dividen yang stabil.



Target harga: Rp 4.900 – Rp 5.050


Strategi: Buy untuk pendapatan dividen jangka panjang



Tips Investor Menghadapi IHSG Bergolak

Menghadapi potensi volatilitas IHSG hari ini, analis merekomendasikan beberapa strategi:



Fokus pada Saham Blue-Chip: Memilih saham dengan fundamental kuat seperti BUMI, BMRI, BBRI, UNVR, dan TLKM dapat meminimalkan risiko.


Pantau Support dan Resistance: Gunakan analisis teknikal untuk menentukan titik entry dan exit yang optimal.


Manajemen Risiko: Tetapkan stop-loss sesuai toleransi risiko masing-masing.


Diversifikasi Portofolio: Gabungkan saham dari sektor berbeda untuk menyeimbangkan potensi untung dan risiko.


Perhatikan Sentimen Global: Berita geopolitik, harga komoditas, dan kebijakan suku bunga dapat memengaruhi IHSG secara signifikan.



IHSG pada 24 November 2025 diprediksi bergerak bergolak dengan range terbatas, didorong oleh sentimen sektor pertambangan, perbankan, dan konsumer. Saham seperti BUMI, BMRI, BBRI, UNVR, dan TLKM menjadi sorotan utama, menawarkan peluang bagi investor yang mampu membaca tren teknikal dan fundamental.

Meski potensi volatilitas tetap ada, strategi akumulasi bertahap, manajemen risiko, dan pemilihan saham blue-chip menjadi kunci untuk memanfaatkan pergerakan pasar. Investor disarankan tetap waspada terhadap fluktuasi global, namun tetap memanfaatkan peluang profit dari saham unggulan yang diprediksi menjadi katalis IHSG hari ini.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved