Harga Emas dan Perak Meledak di Awal 2026: Rekor Baru yang Bikin Investor Tercengang!
Tanggal: 4 Jan 2026 21:43 wib.
Harga emas dan perak kembali menjadi sorotan tajam di pasar global pada 3 Januari 2026, ketika pasar logam mulia memasuki sesi perdagangan pertama di tahun ini. Kedua logam ini menunjukkan pergerakan yang luar biasa, dengan emas melanjutkan kenaikan kuat yang sudah terlihat sepanjang tahun lalu, sementara perak justru mencatat rekor tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena ini menarik perhatian pelaku pasar, investor ritel, hingga institusi keuangan, yang semakin mempertimbangkan logam mulia sebagai instrumen investasi strategis di tengah dinamika ekonomi global.
Kenaikan Harga Emas di Pasar Spot Dunia
Memasuki tahun baru, harga emas di pasar spot dunia menunjukkan tren positif yang kuat. Pada sesi perdagangan awal tahun ini, harga emas spot stabil di kisaran USD 4.313,29 per ons, setelah sempat merangkak lebih tinggi mencapai USD 4.402,06 per ons di awal sesi. Lonjakan ini merupakan kelanjutan dari reli yang luar biasa pada tahun 2025, di mana harga emas meningkat secara dramatis hingga puluhan persen dari level sebelumnya.
Kinerja emas tahun lalu sangat impresif, dengan harga emas batangan sempat mencapai rekor tertinggi di USD 4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025. Secara keseluruhan, kenaikan harga emas mencapai sekitar 64% sepanjang tahun 2025, sebuah prestasi yang jarang terlihat pada komoditas ini.
Faktor yang memicu penguatan harga emas cukup kompleks. Pertama, ketegangan geopolitik yang belum mereda di berbagai wilayah dunia membuat permintaan terhadap aset “safe haven” seperti emas meningkat. Konflik berkepanjangan di beberapa kawasan penting telah mendorong investor memindahkan asetnya ke logam mulia untuk melindungi nilai kekayaan mereka.
Di sisi lain, ekspektasi terhadap penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) turut memperkuat daya tarik emas. Proyeksi pemangkasan suku bunga ini membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi lebih menarik, terutama dalam konteks imbal hasil obligasi yang turun. Banyak analis pasar kini memasukkan kemungkinan pemotongan setidaknya dua kali suku bunga sepanjang 2026 sebagai faktor pemicu minat beli emas.
Perak Cetak Rekor Sejarah
Selain emas, perak juga mencuri perhatian pasar. Harga perak di pasar spot naik sekitar 0,7% menjadi USD 71,77 per ons, setelah sebelumnya mencapai titik tertinggi dalam sejarah di USD 83,62 per ons pada awal pekan. Kenaikan ini mengungguli emas dalam persentase pertumbuhan tahunan, karena perak mencatat lonjakan yang jauh lebih tinggi sepanjang tahun lalu.
Pada 2025, perak mengalami pertumbuhan luar biasa dengan kenaikan lebih dari 147%, jauh melampaui emas yang sudah mengalami reli signifikan. Lonjakan harga perak didorong oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan permintaan industri dan investasi, keterbatasan pasokan, serta statusnya sebagai mineral penting di sektor industri, terutama di Amerika Serikat.
Logam lain seperti platinum dan palladium juga menunjukkan performa luar biasa pada periode yang sama. Platinum melonjak sekitar 127%, sementara palladium naik sekitar 76%, mencerminkan permintaan yang kuat dari sektor industri dan otomotif.
Respons Pasar dan Proyeksi 2026
Para analis pasar menilai reli awal tahun ini memberi sinyal bahwa emas dan perak masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi. Kombinasi antara ketidakpastian geopolitik, kebijakan moneter yang longgar, serta pergeseran preferensi investor menuju aset yang lebih aman menjadi katalis utama tren ini.
Dalam jangka panjang, harga logam mulia tersebut diproyeksikan terus menguat sepanjang 2026. Beberapa laporan independen bahkan memproyeksikan harga emas dapat bergerak di kisaran USD 4.700 hingga USD 5.000 per ons pada tahun ini, tergantung pada arah kebijakan moneter global dan dinamika geopolitik selanjutnya. Kenaikan ini, jika terealisasi, mampu membawa harga dalam denominasi lokal seperti rupiah ke tingkat yang menarik bagi investor domestik.
Dampak di Pasar Lokal Indonesia
Penguatan harga emas dunia tercermin pula di pasar domestik. Misalnya, harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berhasil naik signifikan di awal tahun ini. Pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, harga perak Antam tercatat Rp 44.565 per gram, melonjak Rp 700 dari hari sebelumnya, menunjukkan bahwa dinamika global turut memengaruhi pasar lokal.
Sementara itu, harga emas batangan di Indonesia mengalami fluktuasi tipis pada tanggal yang sama. Dalam beberapa kasus, harga emas Antam sempat turun sekitar Rp 16.000 per gram, namun dinamika ini tidak mengaburkan tren jangka panjang yang masih positif bagi logam mulia.
Memasuki tahun 2026, harga emas dan perak menunjukkan performa yang mencengangkan, dengan emas melanjutkan reli dari tahun sebelumnya dan perak mencetak rekor historis. Faktor fundamental seperti geopolitik, ekspektasi suku bunga, dan permintaan industri menjadi pendorong utama tren ini. Bagi investor, momentum ini menjadi pertimbangan penting dalam merumuskan strategi investasi logam mulia sepanjang tahun.