Harga Emas Antam Meroket Lagi! Saat Tepat Jual? Ini Triknya Biar Cuan Maksimal!
Tanggal: 9 Jan 2026 22:23 wib.
Harga emas batangan Antam kembali menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Data resmi yang dirilis oleh situs Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan bahwa harga emas 24 karat naik tipis Rp 7.000 menjadi Rp 2.577.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan kecil ini menandakan bahwa permintaan terhadap instrumen investasi ini masih kuat meski belum mencapai rekor tertinggi yang pernah dicatat pada akhir Desember 2025.
Sementara itu, harga buyback Antam yaitu harga di mana Antam akan membeli kembali emas dari pemilik juga ikut naik namun lebih moderat, yaitu Rp 6.000 menjadi Rp 2.432.000 per gram. Angka ini penting bagi investor yang mempertimbangkan untuk menjual kembali emasnya dalam waktu dekat.
Grafik Harga Emas Antam: Tren Naik Tipis
Pergerakan harga emas Antam hari ini memang tidak melonjak tinggi, tetapi konsolidasi pada level di atas Rp 2,5 juta per gram menunjukkan bahwa minat terhadap emas masih bertahan dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. Bahkan dalam satu pekan terakhir, harga emas domestik telah menunjukkan penguatan yang stabil.
Berikut ini daftar harga emas Antam per 9 Januari 2026 berdasarkan data situs resmi Logam Mulia:
0,5 gram: Rp 1.338.500
1 gram: Rp 2.577.000
2 gram: Rp 5.094.000
3 gram: Rp 7.616.000
5 gram: Rp 12.660.000
10 gram: Rp 25.265.000
25 gram: Rp 63.037.000
50 gram: Rp 125.995.000
100 gram: Rp 251.912.000
250 gram: Rp 629.515.000
500 gram: Rp 1.258.820.000
1.000 gram: Rp 2.517.600.000
Akankah Ini Saat yang Tepat untuk Jual?
Bagi investor maupun pemilik emas Antam, pertanyaan utama adalah: apakah ini waktu yang tepat untuk menjual emas? Jawabannya tergantung pada tujuan investasi dan strategi risiko masing-masing.
Harga emas hari ini memang belum menembus rekor tertinggi sebelumnya, yaitu Rp 2.605.000 per gram yang dicatat di akhir Desember 2025, tetapi konsistensi kenaikan kecil seperti ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar emas masih diminati oleh investor yang mencari aset aman (safe haven) di tengah kondisi risiko global.
Ketika harga emas bergerak naik, ada dua pilihan utama bagi pemilik emas:
Jual sebagian untuk realisasi keuntungan,
Tahan dulu sampai harga emas kembali kuat menembus rekor tertinggi.
Pilihan pertama cocok bagi investor yang menargetkan profit jangka pendek atau membutuhkan likuiditas. Sementara pilihan kedua lebih cocok bagi mereka yang memperkirakan harga emas akan terus naik di jangka menengah hingga panjang karena faktor-faktor eksternal seperti geopolitik atau kebijakan moneter global.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Harga emas tidak bergerak sendiri ia dipengaruhi oleh berbagai kondisi makroekonomi dan geopolitik:
Ketegangan geopolitik global, misalnya isu di kawasan Atlantik yang melibatkan kapal tanker minyak, bisa membuat investor beralih ke emas sebagai aset aman.
Kebijakan bank sentral utama seperti Federal Reserve (The Fed) juga memengaruhi emas karena arah suku bunga berdampak pada daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti bunga. Data tenaga kerja AS yang akan dirilis sering menjadi katalis pergerakan harga emas.
Permintaan dan penawaran emas di pasar fisik domestik dan internasional turut menetapkan level harga harian.
Buyback: Cara Aman Jual Emas
Bagi yang ingin menjual emas batangan Antam, opsi buyback langsung ke Antam bisa menjadi pilihan yang aman, walau harganya biasanya lebih rendah dibandingkan harga beli awal. Dengan harga buyback saat ini Rp 2.432.000 per gram, pemilik emas bisa mendapatkan likuiditas cepat tanpa perlu repot menjual ke pihak ketiga.
Namun, perlu diingat bahwa bila jumlah emas yang dijual besar (transaksi di atas Rp 10 juta), maka pajak seperti PPh bisa berlaku sesuai ketentuan perpajakan Indonesia hal yang perlu diperhitungkan dalam kalkulasi keuntungan bersih.
Tren Jangka Panjang Emas
Emas cenderung menjadi instrumen investasi yang menarik ketika volatilitas pasar saham meningkat atau ketika suku bunga turun. Dalam beberapa periode sebelumnya, logam mulia menunjukkan performa yang kuat, bahkan ketika aset lain mengalami tekanan. Ini menjadikan emas pilihan bagi investor yang ingin mengurangi risiko portofolio (risk hedging).
Walaupun harga hari ini naik tipis, para analis pasar sering menunggu konfirmasi dari faktor fundamental seperti data ekonomi utama atau perkembangan geopolitik penting sebelum menyimpulkan tren jangka panjang.
Haruskah Anda Jual Sekarang?
Jika tujuan Anda adalah mengamankan profit dari kenaikan harga jangka pendek, maka menjual sebagian emas saat harga masih berada di atas Rp 2,5 juta per gram bisa menjadi langkah cerdas. Namun, jika strategi Anda adalah investasi jangka panjang, mempertahankan emas hingga harga menembus rekor tertinggi bisa mendatangkan hasil lebih optimal.
Keputusan akhir tetap berada di tangan investor, tetapi memahami dinamika harga dan faktor pendorongnya akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih terinformasi apakah sekarang saatnya jual, tahan, atau bahkan tambah kepemilikan emas.