Harga Emas Antam Melejit! Rp2,5 Juta per Gram – Siap-siap Kaya atau Justru Rugi?
Tanggal: 7 Jan 2026 20:33 wib.
Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, menempatkan komoditas logam mulia ini semakin mendekati level tertinggi sepanjang masa. Dalam catatan harga terbaru, emas Antam mencapai Rp 2.549.000 per gram, naik sekitar Rp 34.000 dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Tren penguatan ini juga turut berdampak pada harga pembelian kembali (buyback) yang kini dipatok sekitar Rp 2.405.000 per gram.
Kenaikan harga emas hari ini menunjukkan dinamika kuat pada permintaan dan kepercayaan pasar terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai. Pergerakan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global, dengan investor mempertimbangkan emas sebagai pelindung nilai terhadap gejolak pasar dan risiko geopolitik yang meningkat di berbagai kawasan dunia.
Rincian Harga Emas Antam Terbaru
Berikut adalah daftar harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan ukuran untuk hari ini, 7 Januari 2026:
0,5 gram: Rp 1.324.500
1 gram: Rp 2.549.000
2 gram: Rp 5.048.000
3 gram: Rp 7.554.000
5 gram: Rp 12.560.000
10 gram: Rp 25.040.000
25 gram: Rp 62.435.000
50 gram: Rp 124.705.000
100 gram: Rp 249.260.000
250 gram: Rp 622.840.000
500 gram: Rp 1.245.400.000
1.000 gram (1 kg): Rp 2.489.600.000
Selain kenaikan nilai jual, harga buyback emas Antam juga meningkat menjadi indikator bahwa minat investor atau pemilik emas lama yang ingin melepas sebagian aset mereka juga meningkat.
Faktor Pendorong Lonjakan Harga
Pergerakan harga emas Antam tak lepas dari dinamika di pasar global. Beberapa faktor utama yang mendorong lonjakan ini antara lain:
1. Harga Emas Dunia yang Menguat
Harga emas di pasar dunia, terutama di pasar spot, mencatat penguatan signifikan. Dalam perdagangan global terbaru, harga emas spot naik di kisaran USD 4.485 per troy ons, mendekati rekor tertinggi yang pernah dicapai pada Desember 2025. Kenaikan ini memicu penetapan harga di domestic sehingga ikut terdongkrak di pasar Indonesia.
2. Aset Aman di Tengah Ketegangan Global
Situasi geopolitik yang memanas, termasuk meningkatnya ketegangan global, turut mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas. Dalam periode yang sama, permintaan emas sebagai lindung nilai terhadap risiko pasar dan inflasi meningkat tajam.
3. Perkiraan Kebijakan Suku Bunga AS
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga menjadi salah satu pendorong harga emas. Para investor memperkirakan suku bunga AS akan mengalami penyesuaian dalam beberapa bulan ke depan, yang dapat mempengaruhi nilai tukar dan arus modal global. Keputusan tersebut cenderung membuat emas lebih menarik sebagai aset tanpa imbal hasil yang aman.
Apa Artinya bagi Investor dan Masyarakat?
Kenaikan harga emas Antam bukan hanya sekadar angka naik di papan harga, tetapi juga mencerminkan faktor fundamental pasar yang lebih luas:
Investor emas jangka panjang mungkin melihat momentum ini sebagai sinyal bahwa emas tetap menjadi pertahanan strategis terhadap volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi.
Pembeli emas fisik baru perlu mempertimbangkan tren kenaikan ini dalam strategi pembelian mereka terutama jika harga mendekati atau menembus level tertinggi sepanjang masa.
Penjual emas, termasuk yang ingin melakukan buyback, berpotensi mendapatkan nilai yang lebih baik bila memanfaatkan momentum penguatan harga saat ini.
Emas Antam Terus Meroket
Pergerakan harga emas Antam pada 7 Januari 2026 menunjukkan bahwa logam mulia ini kembali menarik perhatian publik dan pelaku pasar. Dengan lonjakan lebih dari puluhan ribu rupiah per gram, emas kini semakin mendekati level tertinggi yang pernah dicatat, mencerminkan kondisi pasar global dan domestik yang sedang bergejolak.
Situasi ini memicu pertanyaan besar: apakah lonjakan harga ini akan terus berlanjut, atau akan segera mencapai titik jenuh dalam beberapa minggu ke depan? Investor dan pelaku pasar akan terus mencermati pergerakan harga dalam jangka pendek maupun panjang.