Sumber foto: Google

Geger! Pertamina PHE Bongkar Rahasia Produksi Migas RI Melesat ke 1,03 Juta Barel/Hari – Bisa Bikin Harga Minyak Dunia Guncang!

Tanggal: 2 Feb 2026 22:58 wib.
PT Pertamina melalui unit PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dalam industri minyak dan gas bumi (migas) Indonesia pada tahun 2025. Subholding Upstream Pertamina ini berhasil memproduksi total 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), angka yang menunjukkan kinerja kuat dan momentum positif di tengah tantangan global sektor energi yang terus berubah.Kontribusi yang diraih PHE tersebut terdiri dari produksi minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Capaian ini tidak hanya memperkuat posisi perusahaan sebagai tulang punggung pasokan migas nasional, tetapi juga menunjukkan peran pentingnya dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah lonjakan permintaan dan dinamika dunia yang kompleks.Lonjakan Produksi & Aktivitas LapanganAngka produksi yang dicapai ini merupakan hasil harmonisasi berbagai usaha operasional, teknikal, dan strategis yang dijalankan oleh Pertamina PHE sepanjang 2025. Sepanjang tahun lalu, PHE merealisasikan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta berbagai kegiatan well services mencapai 37.259 pekerjaan untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lapangan migas.Seluruh kegiatan ini menunjukkan bagaimana perusahaan terus mengoptimalkan aset-aset migas marginal atau lapangan yang umurnya sudah menua, sehingga mampu mempertahankan angka produksi dan bahkan menambah kapasitas untuk mendukung pasokan nasional. Dukungan teknologi dan metode baru dalam pemboran dan well services juga menjadi faktor utama yang menopang pencapaian tersebut.Ekspor produksi migas Indonesia secara keseluruhan bisa terdorong maupun dipengaruhi oleh capaian ini, mengingat pergerakan minyak dunia masih sangat dinamis. Di sisi global, produksi dan permintaan minyak dunia diproyeksikan tetap di atas angka 100 juta barel per hari, bahkan hingga 2040 menurut sejumlah analis industri internasional.Fokus PHE pada Eksplorasi & TeknologiTidak hanya mengandalkan operasi pengembangan, PHE juga konsisten menggencarkan usaha eksplorasi untuk memastikan keberlanjutan cadangan migas di masa depan. Sepanjang 2025, survei seismik 2D seluas 2.931 kilometer dan 3D seluas 855 kilometer persegi berhasil dilaksanakan. Selain itu, sebanyak 20 sumur eksplorasi dibor untuk dapat menemukan potensi sumber daya migas baru.Upaya ini membuahkan hasil dengan penemuan sumber daya migas kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak (MMBOE), di mana sebagian besar berasal dari sumur migas non-konvensional di area Aman Trough, Wilayah Kerja Rokan. Tak hanya itu, cadangan terbukti (P1) juga meningkat hingga 313,7 juta barel setara minyak, menandai perbaikan posisi cadangan migas nasional secara signifikan.Teknologi pun menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi Pertamina Hulu Energi. Untuk menekan turunnya produksi di lapangan tua, PHE menerapkan teknologi Multistage Fracturing (MSF) pada beberapa sumur di WK Rokan. Inovasi ini menjadikan PHE sebagai pionir penerapan teknologi mutakhir di sektor hulu migas Indonesia yang diharapkan bisa menjadi model operasi untuk lapangan-lapangan lain di masa mendatang.Proyek Strategis yang Jadi PenopangSelain fokus pada kegiatan eksplorasi dan peningkatan efisiensi operasi, sejumlah proyek migas strategis telah berkontribusi besar terhadap pencapaian target produksi. Beberapa di antaranya adalah:Proyek Put on Production and Exploration (POPE) sumur Astrea, Pinang East, dan Akasia Prima.Keberhasilan pemboran di wilayah strategis seperti Lembak – Kemang – Tapus dan Benuang yang turut meningkatkan produksi minyak.Proyek-proyek utama seperti Sisi Nubi Area 1-3-5, CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1, dan Lapangan Gas Senoro Selatan oleh PHE Tomori.Setiap proyek ini bukan hanya sekadar menambah output migas, tetapi juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara tim internal, mitra kerja, dan pemangku kepentingan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya Indonesia secara lebih efisien.Dampak Bagi Ketahanan Energi NasionalMenurut Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan energi nasional. Ia menyatakan bahwa meski industri migas menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga dan dinamika permintaan, PHE tetap fokus pada optimalisasi lapangan, kecepatan proyek, dan peningkatan kinerja eksplorasi.Dengan posisi produksi yang meningkat dan cadangan yang terus bertambah, Pertamina melalui PHE dapat memberikan kontribusi signifikan tidak hanya pada pasokan domestik, tetapi juga menopang Indonesia dalam konteks pasar energi global yang terus berkembang.Pencapaian produksi migas 1,03 juta barel/hari oleh Pertamina PHE menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang di tengah tekanan global sektor energi. Kombinasi antara eksplorasi agresif, teknologi mutakhir, dan strategi operasional yang solid membuka peluang jangka panjang bagi ketahanan energi nasional dan kontribusi migas RI di kompetisi global.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved