Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,01% pada Kuartal II-2024
Tanggal: 3 Agu 2024 20:28 wib.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan di kuartal II 2024. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sebesar 5,01% di kuartal tersebut.
Menurut Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky, proyeksi tersebut disampaikan berdasarkan beberapa faktor. Pertama, tidak adanya faktor musiman yang memicu aktivitas ekonomi di kuartal tersebut. Kedua, adanya tingginya ketidakpastian di tingkat global yang turut berdampak pada ekonomi Indonesia. Ketiga, permasalahan struktural yang masih berlanjut dan berdampak negatif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Riefky juga menyebutkan bahwa ketidakpastian mengenai arah kebijakan oleh pemerintahan mendatang turut mempengaruhi kecenderungan masyarakat untuk menahan konsumsi dan investor untuk melakukan sikap wait-and-see. Hal ini diantisipasi akan memperlambat pertumbuhan PDB di kuartal II 2024.
Lebih lanjut, Riefky memberikan estimasi bahwa PDB Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,99% dengan kisaran estimasi antara 4,97% hingga 5,01% year on year (yoy) di kuartal II 2024. Untuk pertumbuhan sepanjang tahun 2024, diperkirakan akan berada pada angka 5,1% dengan kisaran estimasi antara 5% hingga 5,1%.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik dijadwalkan akan mengumumkan rilis soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2024 pada Senin (5/8/2024) mendatang. Dengan hal ini, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2024 menjadi sorotan utama yang menarik perhatian banyak pihak.
situasi ekonomi global memang turut mempengaruhi ekonomi Indonesia, terutama dalam hal penurunan investasi dan konsumsi masyarakat. Hal ini terlihat dari perlambatan ekonomi di beberapa negara besar, serta ketidakpastian dalam perdagangan internasional yang berpotensi mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia.
Kondisi politik dan kebijakan pemerintah juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan oleh pemerintah mendatang tentu saja akan berdampak pada kepercayaan masyarakat dan investor dalam berbagai sektor ekonomi. Sehingga, sentimen negatif terhadap arah kebijakan dapat menyebabkan penundaan investasi dan konsumsi, yang pada gilirannya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, upaya pemerintah dalam menangani permasalahan struktural yang masih berlanjut menjadi kunci penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perbaikan infrastruktur, reformasi pajak, peningkatan daya saing industri, serta upaya memperbaiki iklim investasi menjadi hal-hal yang perlu terus diperhatikan dan dijalankan agar ekonomi Indonesia tetap dapat tumbuh stabil.
Eekonomi Indonesia juga turut terpengaruh oleh perubahan-perubahan dalam perdagangan internasional, geopolitik, dan keseimbangan kekuatan ekonomi dunia. Oleh karena itu, perusahaan dan pelaku usaha perlu untuk memperhatikan dinamika di tingkat global dalam merencanakan strategi ekspansi dan pengelolaan risiko.
Secara keseluruhan, proyeksi lemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2024 menunjukkan perlunya perhatian yang lebih serius terhadap faktor-faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Upaya pemulihan ekonomi, penguatan kebijakan, serta peningkatan kepercayaan masyarakat dan investor akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia pada masa mendatang.