Sumber foto: Google

Merawat Asa Santri Tunarungu di Pesantren Tahfiz Difabel

Tanggal: 24 Mar 2024 16:53 wib.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kesibukan kota, masih ada pesantren yang berdedikasi untuk merawat dan mendidik santri tunarungu. Salah satunya adalah Pesantren Tahfiz Difabel, tempat yang memberikan perhatian khusus untuk santri tunarungu agar tetap memiliki asa dan semangat dalam mengejar ilmu agama. Pesantren yang dikelola Baznas Bazis DKI Jakarta ini mendidik puluhan santri tunarungu setara jenjang SMP dan SMA. Sejak diresmikan pada 2022.

Santri tunarungu di Pesantren Tahfiz Difabel mendapatkan perlakuan istimewa dan pendampingan yang sangat mendukung. Mereka tidak hanya diajarkan Al-Qur'an dan ilmu agama, tetapi juga diberikan perawatan khusus untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Pesantren ini memiliki fasilitas dan program pendidikan yang dirancang khusus untuk membantu santri tunarungu meraih potensinya secara maksimal.

Salah satu program unggulan yang ada di pesantren ini adalah pengajaran Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang menjadi bahasa komunikasi utama bagi santri tunarungu. Dengan penguasaan Bisindo, santri tunarungu dapat berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya secara lancar. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa mereka dapat terlibat dalam proses pendidikan dan kehidupan di pesantren dengan baik.

Selain itu, Pesantren Tahfiz Difabel juga memberikan pelatihan keterampilan praktis kepada santri tunarungu agar mereka memiliki kemampuan untuk mandiri di masa depan. Pelatihan keterampilan ini meliputi keterampilan kerajinan tangan, pertanian, dan keterampilan lain yang sesuai dengan minat dan potensi masing-masing santri.

Perawatan kesehatan juga menjadi prioritas utama di pesantren ini. Setiap santri tunarungu mendapatkan perawatan medis secara rutin dan pengawasan ketat dari tenaga medis yang bertanggung jawab. Sehingga, kondisi kesehatan mereka tetap terjaga dengan baik agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan lainnya di pesantren.

Kehadiran Pesantren Tahfiz Difabel menjadi sebuah tempat perjuangan bagi santri tunarungu dan keluarganya. Pesantren ini tidak hanya memberikan pendidikan agama yang berkualitas tetapi juga mengubah stigma masyarakat terhadap disabilitas. Pesantren ini menjadi teladan dalam upaya inklusi sosial terhadap penyandang disabilitas, memberikan mereka kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan berkembang secara holistik.

Pesantren Tahfiz Difabel bukan hanya menjadi tempat untuk belajar, tetapi juga menjadi tempat untuk memupuk keyakinan dan semangat hidup bagi santri tunarungu. Di sini, mereka tidak hanya belajar tentang agama, tetapi juga belajar untuk menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri meskipun memiliki keterbatasan fisik. Melalui pelajaran agama dan kehidupan sehari-hari, mereka diajarkan untuk tetap memiliki asa dan optimisme dalam menghadapi segala rintangan.

Kehadiran Pesantren Tahfiz Difabel di tengah masyarakat menjadi pusat perhatian sosial bagi para penyandang disabilitas, termasuk santri tunarungu. Pesantren ini mengajarkan kepada masyarakat bahwa setiap individu, tanpa memandang keterbatasan fisiknya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan hak asasi manusia lainnya.

Dengan dedikasi kuat untuk merawat asa santri tunarungu, Pesantren Tahfiz Difabel menjadi pionir dalam pendidikan inklusif bagi para penyandang disabilitas. Pesantren ini membuktikan bahwa dengan perhatian khusus, kasih sayang, dan dukungan penuh, santri tunarungu juga dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kontribusi positif bagi masyarakat.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved