Sumber foto: Google

Mengapa Kecoak Tidak Boleh Diinjak?

Tanggal: 19 Feb 2025 13:54 wib.
Tampang.com | Saat melihat kecoak berdiam di lantai rumah, banyak orang merasa iseng atau jijik dan memilih untuk langsung menginjaknya. Cara ini memang terlihat efektif untuk membasmi hama tersebut. Namun, sebelum melakukannya, ada baiknya kamu mengurungkan niat tersebut.

Walaupun kecoak kemungkinan besar akan mati saat ditekan dengan kaki, ternyata menginjaknya justru bisa menimbulkan masalah baru. Mengapa kecoak tidak boleh diinjak? Berikut beberapa alasannya.


Bisa Melepaskan Telur dan Memperbanyak Populasi


Salah satu alasan utama mengapa kecoak tidak boleh diinjak adalah karena potensi pelepasan telur-telurnya. Jika kecoak yang kamu injak adalah betina dan sedang membawa telur, maka ada kemungkinan telur-telur tersebut tersebar ke lingkungan sekitar.

Telur kecoak memiliki cangkang yang cukup keras dan bisa tetap bertahan meskipun induknya mati. Jika telur-telur ini menempel di lantai atau sepatu, mereka tetap bisa menetas dan justru memperbanyak populasi kecoak di rumahmu.


 Mengeluarkan Feromon yang Mengundang Kecoak Lain


Ketika tubuh kecoak hancur, hewan ini mengeluarkan feromon tertentu yang bisa menarik perhatian kecoak lain. Aroma ini menjadi sinyal bagi kecoak lainnya untuk datang dan berkumpul di lokasi yang sama.

Alih-alih berkurang, menginjak kecoak justru bisa membuat lebih banyak kecoak berdatangan ke rumahmu. Hal ini tentu sangat tidak diinginkan, terutama jika kamu ingin mengurangi populasi kecoak di rumah.


Menyebarkan Bakteri dan Penyakit Berbahaya


Menurut World Health Organization (WHO), kecoak termasuk hewan pemakan bangkai yang tidak higienis. Menginjak atau menggencet kecoak bisa menyebarkan bakteri, virus, dan parasit yang terbawa di tubuhnya.

Berdasarkan laporan dari Pest Clinic, cairan usus kecoak yang keluar setelah diinjak dapat membawa berbagai jenis patogen berbahaya, seperti:


Giardiasis  Infeksi usus yang menyebabkan diare berkepanjangan.
Disentri amuba  Penyakit yang menimbulkan peradangan pada usus besar.
Polio  Virus yang bisa menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya.


Selain itu, kecoak juga dapat menjadi penyebab alergi dan asma, terutama jika cairan tubuhnya menyebar ke udara atau permukaan rumah yang sering disentuh manusia.


Meninggalkan Bau Tidak Sedap


Selain berisiko menyebarkan bakteri, tubuh kecoak yang diinjak juga mengeluarkan bau khas yang tidak sedap. Bau ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga bisa sulit dihilangkan jika menempel pada sepatu atau lantai rumah.

Cara yang Lebih Efektif untuk Membasmi Kecoak

Jika tidak boleh diinjak, lalu bagaimana cara yang aman untuk membasmi kecoak? Berikut beberapa metode yang lebih higienis dan efektif:


Gunakan Semprotan Anti Serangga, Pilih insektisida yang dirancang khusus untuk kecoak dan semprotkan langsung ke tubuhnya.
Gunakan Perangkap Lem, Tempatkan perangkap lem di sudut-sudut rumah yang sering dilewati kecoak.
Bersihkan Rumah Secara Rutin, Jaga kebersihan rumah, terutama di area dapur dan tempat-tempat lembap yang menjadi sarang kecoak.
Gunakan Larutan Sabun atau Baking Soda, Campurkan sabun cair atau baking soda dengan air dan semprotkan ke kecoak untuk membunuhnya secara perlahan.
Buang Kecoak dengan Cara yang Tepat, Jika kecoak sudah mati, segera buang dengan tisu atau plastik tanpa menghancurkan tubuhnya, lalu cuci tangan dengan bersih.


Meskipun terlihat mudah dan efektif, menginjak kecoak bukanlah cara terbaik untuk membasminya. Selain bisa menyebarkan bakteri berbahaya, tindakan ini juga bisa memperbanyak populasi kecoak di rumah dan menarik lebih banyak kecoak lainnya.

Jadi, jika kamu ingin membasmi kecoak dengan aman dan efektif, gunakan metode lain yang lebih higienis agar rumah tetap bersih dan bebas dari hama ini.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved