Sumber foto: Google

Kronologi KA Rajabasa Tabrak Bus di Oku Timur, Sopir Dan Kernet Kabur

Tanggal: 24 Apr 2024 04:37 wib.
Insiden tragis terjadi di pelintasan Ka Rajabasa, pada Minggu, 21 April lalu. Sebuah bus yang menerobos perlintasan swadaya di Km 193+7 Jalan Way Pisang - Martapura menabrak kereta api, menewaskan satu penumpang bus dan melukai 42 penumpang lainnya. Lebih memprihatinkan lagi, sopir dan kernet bus dikabarkan kabur dari tempat kejadian. Kejadian ini menimbulkan kehebohan besar di masyarakat.

Kecelakaan berdarah tersebut terjadi saat bus yang dikendarai oleh sopir yang diduga mengabaikan klakson lokomotif itu dengan nekat melintasi rel kereta api. Dengan kecepatan tinggi, bus menerobos perlintasan tanpa memperhatikan kedatangan kereta api. Ketika sinyal klakson lokomotif terdengar, bus sudah terlanjur berada di tengah-tengah rel, dan tabrakan tak terhindarkan.

Salah satu saksi mata, Budi (42), menyampaikan kesaksiannya. Menurutnya, "Saya melihat bus itu melaju dengan kecepatan tinggi, tanpa henti. Ketika klakson kereta terdengar, bus sudah terlanjur menerobos perlintasan. Saya hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi. Saya berteriak-teriak, tetapi sudah terlambat. Tabrakan tak bisa dihindari."

Akibat kecelakaan tersebut, satu penumpang bus tewas di tempat, sementara 42 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. 

Selain itu, kaburnya sopir dan kernet bus setelah kejadian menambah berat tragedi ini. Masyarakat sekitar pun merasa dikejutkan dengan sikap mereka yang tidak bertanggung jawab. Kepolisian setempat saat ini tengah melakukan pencarian terhadap kedua pelaku kabur.

Kejadian ini juga memunculkan polemik tentang keamanan perlintasan kereta api. Masyarakat menuntut agar pemerintah daerah memperhatikan dan meningkatkan keamanan perlintasan kereta, seperti pemasangan pagar pembatas atau palang pintu otomatis sebagai langkah preventif.

Dalam situasi yang serba mendesak, peran pemerintah setempat sangat diperlukan. Langkah-langkah konkret perlu segera diambil untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa depan. Selain itu, pihak terkait perlu memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api.

Kecelakaan di pelintasan Ka Rajabasa ini bukanlah hal yang sepele. Implikasinya sangat berat, terutama bagi keluarga korban kecelakaan dan masyarakat sekitarnya. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, agar kesadaran akan keselamatan dapat ditingkatkan.

Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga keselamatan kita sendiri, keluarga, maupun orang lain saat berada di perlintasan kereta api. Semoga tragedi serupa tidak terulang di masa depan.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved