Sumber foto: Google

Gunung Ibu di Halmahera Maluku Utara Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter ke Arah Barat

Tanggal: 25 Mar 2024 16:53 wib.
Gunung Ibu, gunung berapi yang terletak di pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitasnya dengan meletus, menyebarkan abu vulkanik setinggi 1.500 meter ke arah barat. Letusan ini menandai aktivitas vulkanik yang meningkat di daerah tersebut dan menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar.

Mengalami erupsi pada Senin pagi (25/3/2024), pukul 07.47 WIT. Laporan Magma ESDM menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Ibu teramati mencapai 1500 meter di atas puncak, atau 2.825 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi Gunung Ibu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 132 detik.

Menurut Balai Besar Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan Gunung Ibu merupakan letusan freatik, yakni letusan yang disebabkan oleh pencairan air hujan di ventilasi dan pemanasan secara tiba-tiba oleh magma yang nantinya berubah menjadi uap. Meskipun letusan freatik cenderung tidak sekuat letusan magmatik, namun aktivitas ini tetap menimbulkan ancaman bagi warga sekitar.

Gunung Ibu, dengan ketinggian sekitar 1.325 meter di atas permukaan laut, memiliki sejarah letusan yang cukup aktif. Aktivitas vulkanik ini telah menjadi perhatian bagi para ilmuwan dan pemerintah setempat yang terus memantau kondisi gunung berapi tersebut. Mereka memberikan himbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi bahaya letusan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Letusan Gunung Ibu kali ini juga menjadi peringatan bagi pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana vulkanik di wilayah tersebut. PVMBG terus melakukan pemantauan aktif terhadap Gunung Ibu serta memberikan informasi dan rekomendasi bagi kegiatan mitigasi bencana kepada pemerintah daerah setempat.

Tidak hanya sekadar menimbulkan gangguan pada aktivitas masyarakat, letusan Gunung Ibu juga meningkatkan konsentrasi partikel abu vulkanik di udara, yang dapat berdampak pada kesehatan manusia, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan seperti asma dan penyakit paru-paru lainnya. Masyarakat diminta untuk menggunakan masker dan melindungi diri dari paparan abu vulkanik saat aktivitas luar ruangan.

Dalam situasi ini, solidaritas dan kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi risiko dan kerugian akibat letusan Gunung Ibu. Peningkatan pemahaman akan potensi bahaya vulkanik dan upaya mitigasi yang efektif menjadi kunci dalam menghadapi ancaman dari gunung berapi tersebut.

Dengan kejadian letusan Gunung Ibu, penting bagi masyarakat sekitar gunung berapi untuk tetap tenang namun waspada. Menerima informasi resmi dari pihak berwenang dan mengikuti prosedur evakuasi bila diperlukan merupakan langkah bijak dalam menghadapi ancaman dari letusan gunung berapi.

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dihimbau untuk mengikuti perkembangan informasi terkait aktivitas vulkanik melalui sumber resmi seperti PVMBG dan pemerintah daerah. Kewaspadaan dan persiapan yang matang diharapkan dapat mengurangi potensi bencana akibat letusan Gunung Ibu dan melindungi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat setempat.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved