Geber Motor di Depan Polres, Puluhan Pesilat di Bliltar Ditangkap
Tanggal: 15 Feb 2025 10:39 wib.
Puluhan anggota sebuah perguruan silat di Blitar ditangkap polisi setempat setelah melakukan aksi konvoi yang mengganggu ketertiban umum. Mereka memblayer motor di depan Polres Blitar, sehingga petugas bertindak tegas dengan mengamankan mereka untuk menghindari potensi gangguan lebih lanjut. Ironisnya, insiden ini terjadi hanya beberapa waktu setelah deklarasi damai yang diikuti oleh seluruh perguruan silat di Blitar.
Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurahman, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat ratusan anggota perguruan silat menggelar konvoi pada Jumat (9/2/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat melewati Polres Blitar, mereka berhenti dan mulai memblayer-blayer kendaraan dengan suara bising yang mengganggu ketertiban. Melihat situasi ini, aparat kepolisian segera turun tangan dan melakukan pembubaran dengan cara yang humanis.
"Kami mencoba menenangkan mereka dan meminta agar segera membubarkan diri. Namun, beberapa di antaranya tetap bertahan dan melanjutkan aksi mereka. Karena itu, kami akhirnya mengamankan puluhan anggota yang tidak mengindahkan imbauan petugas," ujar AKBP Arif Fazlurahman.
Sebanyak 25 anggota perguruan silat yang dianggap sebagai provokator akhirnya dibawa ke Mako Polres Blitar. Mereka mendapatkan sanksi berupa menginap semalam di kantor polisi sebagai bentuk pembinaan. Kapolres menegaskan bahwa tindakan ini bukan semata-mata bentuk hukuman, melainkan sebagai peringatan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami ingin memberikan efek jera. Tidak ada penahanan, namun mereka harus bermalam di Polres sebagai bagian dari pembinaan. Besoknya, mereka baru bisa dijemput oleh keluarga masing-masing," jelasnya.
Sementara itu, kejadian ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak yang menyayangkan aksi yang dilakukan oleh para pesilat ini, terutama karena Blitar baru saja mengadakan deklarasi damai yang bertujuan untuk meredam gesekan antarkelompok perguruan silat. Harapan agar perguruan silat dapat menjaga ketertiban justru dinodai oleh ulah sebagian anggotanya yang tidak bertanggung jawab.
Beberapa tokoh masyarakat pun ikut angkat bicara terkait insiden ini. Ketua Forum Komunikasi Perguruan Silat Blitar, Sutrisno, mengimbau seluruh anggotanya untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan aksi yang merugikan citra perguruan silat.
"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Seharusnya, sebagai anggota perguruan silat, kita menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan dan etika. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semuanya agar lebih menghargai ketertiban umum," kata Sutrisno.
Polres Blitar juga mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika ada konvoi atau aksi serupa yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Mereka mengimbau kepada seluruh perguruan silat untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan kota.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh anggota perguruan silat di Blitar dapat lebih tertib dan tidak melakukan aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas. Pembinaan dan pengawasan terhadap kelompok-kelompok ini akan terus ditingkatkan demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Blitar.