Blobfish: Dari Hewan Paling Jelek Hingga 'Fish of the Year' di Selandia Baru!
Tanggal: 2 Apr 2025 14:01 wib.
Tampang.com | Di dunia laut yang luas dan penuh keindahan, terdapat satu makhluk yang justru dikenal karena penampilannya yang unik—bahkan sering disebut sebagai ikan paling jelek di dunia. Ikan blobfish, dengan tubuh berlendir dan wajah yang tampak muram, kini mendapatkan sorotan baru setelah dinobatkan sebagai 'Fish of the Year' di Selandia Baru. Penghargaan ini bukan sekadar gelar, melainkan bagian dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ekosistem laut yang rapuh.
Ajang Bergengsi untuk Ikan Selandia Baru
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Mountains to Sea Conservation Trust, sebuah organisasi yang berfokus pada konservasi laut dan air tawar. Ajang tahunan ini bertujuan memperkenalkan berbagai spesies ikan yang hidup di perairan Selandia Baru, baik di air laut maupun air tawar. Dengan meningkatnya tekanan terhadap ekosistem akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia, upaya pelestarian ikan menjadi semakin penting.
Sekilas Tentang Ikan Blobfish
Menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), ikan blobfish dapat tumbuh hingga panjang sekitar 30 sentimeter. Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang menyerupai kecebong besar dengan kulit kendur, mata melotot, serta hidung yang tampak besar dan menonjol.
Makhluk laut ini hidup di kedalaman antara 600 hingga 1.200 meter di perairan lepas pantai Australia Tenggara dan Tasmania. Karena tinggal di lingkungan bertekanan tinggi, struktur tubuh ikan blobfish dirancang untuk bertahan di kedalaman ekstrem. Namun, ketika dibawa ke permukaan, tubuhnya berubah drastis karena perbedaan tekanan, menciptakan tampilan yang sering dianggap tidak menarik.
Memenangkan Kompetisi dengan Ribuan Suara
Melalui pemungutan suara daring yang diadakan di situs web Mountains to Sea Conservation Trust, ikan blobfish berhasil mengumpulkan total 5.583 suara. Keunikan bentuknya membuatnya unggul atas pesaing terdekatnya, orange roughy, dengan selisih hampir 300 suara.
Salah satu direktur yayasan tersebut, Kim Jones, mengungkapkan bahwa persaingan tahun ini berlangsung ketat, namun daya tarik blobfish yang tidak biasa justru menjadi alasan utama kemenangan. "Ini adalah pertarungan antara dua makhluk laut yang sangat unik. Keindahan yang tidak konvensional dari ikan blobfish ternyata mampu menarik hati banyak pemilih," ujar Jones.
Ancaman Terhadap Ekosistem Laut
Selandia Baru dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut yang luar biasa. Banyak spesies ikan di perairan negara ini tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Namun, dengan perubahan iklim yang semakin ekstrem dan pola penggunaan lahan yang tidak terkendali, banyak spesies ikan kini menghadapi risiko kepunahan.
Kompetisi seperti 'Fish of the Year' tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga alat edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Mengapa Perlu Peduli?
Sebagai bagian dari ekosistem laut, ikan blobfish memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan di habitatnya. Penurunan jumlah spesies ini dapat berdampak pada ekosistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, konservasi laut tidak hanya sebatas menyelamatkan satu spesies, tetapi juga memastikan kelangsungan kehidupan laut secara menyeluruh.
Dengan kemenangan blobfish sebagai 'Fish of the Year', diharapkan semakin banyak orang yang peduli terhadap kondisi lingkungan laut dan upaya pelestariannya. Keberagaman hayati di perairan Selandia Baru adalah aset berharga yang harus dijaga agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Kesimpulan
Ikan blobfish mungkin tidak memiliki tampilan yang menawan, tetapi penghargaan yang diraihnya membuktikan bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran penting dalam ekosistem. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian laut, diharapkan ekosistem yang rapuh ini bisa mendapatkan perlindungan yang lebih baik.