Bill Gates Ungkap Penyesalan Terbesarnya: Berhenti Kuliah di Harvard untuk Dirikan Microsoft
Tanggal: 28 Feb 2025 13:46 wib.
Salah satu tokoh terkaya dan paling berpengaruh di dunia, Bill Gates, pernah mengungkapkan penyesalannya karena meninggalkan pendidikan di Universitas Harvard pada usia 20 tahun. Ketika itu, Gates dihadapkan pada dilema yang sangat sulit: harus memilih antara melanjutkan studi atau memulai perusahaan perangkat lunak, Microsoft. Keputusan untuk drop out (DO) dari Harvard bukanlah pilihan yang diambilnya dengan mudah; itu adalah langkah berani yang didorong oleh ambisi dan visi inovatif.
Pada tahun 1975, Gates berkolaborasi dengan teman sekolehnya, Paul Allen, untuk mendirikan Microsoft. Sebelum memutuskan untuk meluncurkan perusahaan tersebut, mereka telah menyaksikan perkembangan teknologi komputer dan meramal bahwa microprocessor akan merubah wajah industri. Dalam buku autobiografi terbarunya yang berjudul "Source Code", Gates menceritakan bagaimana pada suatu hari, Allen datang menghampirinya dengan majalah "Popular Electronics".
Majalah tersebut menampilkan komputer mini pertama di dunia, Altair 8800, yang dibuat oleh Micro Instrumentation and Telemetry Systems (MITS). Penyajian inovasi tersebut menyulut keyakinan Gates dan Allen bahwa mereka memiliki kesempatan besar untuk meraih kesuksesan dengan menciptakan software untuk komputer yang bermula dari perangkat miniatur.
Meskipun berhasil mendirikan Microsoft, Gates mengakui bahwa ia merindukan suasana akademis yang didapatkan di Harvard. Ketika Microsoft mulai berkembang, Gates mencoba untuk menyelesaikan studi sertanya, kembali ke Harvard selama dua semester pada tahun 1976.
Dia juga berupaya meyakinkan Ric Weiland, teman dari masa SMA yang juga bergelut di dunia programming, untuk mengambil alih kepemimpinan Microsoft sehingga ia bisa menyelesaikan pendidikan. Namun, pilihan ini tidak berarti kemudahan; Weiland juga mengalami kesulitan dalam seiring pendidikan dan pekerjaan di Microsoft.
Ternyata, Weiland kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana sebelum kembali ke Microsoft untuk beberapa waktu. Dia akhirnya memilih untuk meninggalkan perusahaan dan pindah ke Los Angeles, tempat di mana ia melanjutkan kehidupannya sebelum meninggal pada tahun 2006 di usia 53 tahun.
Gates menjelaskan bahwa meskipun mereka berusaha, bahkan Weiland tidak mampu menjalankan kedua hal tersebut dengan intensitas yang diperlukan untuk menjaga keunggulan kompetitif di industri teknologi.
Seiring berjalannya waktu, Microsoft mengalami lonjakan luar biasa, merevolusi industri komputer dan membawa kedua pendirinya, termasuk Gates, menjadi miliarder dalam sekejap. Hingga saat ini, nilai perusahaan tersebut diperkirakan melebihi US$ 3 triliun, menjadikannya salah satu raksasa di dunia teknologi. Meski demikian, Gates tidak pernah meraih gelar sarjananya, tetapi tetap menjabat sebagai CEO pertama Microsoft hingga keputusan mundurnya di tahun 2000.
Dikenal sebagai seorang kutu buku yang lebih suka belajar daripada bersosialisasi, Gates mengungkapkan bahwa ia merasa nyaman dalam dunianya sendiri. Ia mengaku, "Saya tidak terlalu suka bersosialisasi, tetapi saya punya cukup banyak teman sehingga saya merasa sangat nyaman. Saya benar-benar menjalani gaya hidup kutu buku, dan belajar banyak." Pernyataan ini menggambarkan betapa ia sangat menghargai pengetahuan dan pengalaman belajar yang didapat dari aktivitas akademik dan pengalamannya.
Walaupun Gates sukses tanpa memiliki gelar formal, ia tetap menegaskan tidak mendorong orang lain untuk meninggalkan pendidikan. Dalam sebuah wawancara, Gates secara tegas menyatakan bahwa meskipun ia mengambil langkah yang berani untuk mengejar impiannya, pendidikan tetaplah penting. Ia mengatakan, "Saya bukan orang yang menganjurkan untuk berhenti kuliah. Saya percaya pada nilai pengetahuan yang luas, dan saya pikir kasus seperti saya adalah hal yang luar biasa, ketika urgensinya sedemikian rupa sehingga Anda harus menghentikan tahun-tahun kuliah untuk melakukan sesuatu yang lain."
Menghargai setiap pelajaran yang ia peroleh selama mengenyam pendidikan, Gates menekankan bahwa rasa ingin tahunya telah memotivasi dirinya untuk menjelajahi berbagai mata kuliah di Harvard. Ia secara terbuka mendorong orang lain untuk terus belajar dan mengeksplorasi kondisi-kondisi baru dalam kehidupan mereka. Gates percaya bahwa pendidikan memberikan fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan hidup dan mencapai tujuan yang ambisius.
Gates juga menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya didapat dari pendidikan formal, melainkan juga dari ketekunan, inovasi, dan kemampuan untuk mengambil risiko yang diperhitungkan. Dia adalah contoh nyata bahwa meskipun seseorang mungkin menghadapi jalan hidup yang tidak konvensional, dengan determinasi dan kecerdasan, pencapaian yang luar biasa dapat diraih.
Pengalaman dan langkah-langkah yang diambil Gates dalam menciptakan Microsoft bukan hanya kisah sukses bisnis, tetapi juga pelajaran berharga tentang impian dan keberanian untuk mengejar apa yang diyakini benar, meskipun itu berarti meninggalkan hal-hal yang dianggap konvensional.