Ke Bandung Belum Lengkap Jika Belum Naik Bandros...

Tanggal: 17 Mar 2018 15:46 wib.
Bandung Tour On Bus atau lebih dikenal dengan istilah Bandros, kini menjadi salah satu pilihan berwisata yang diminati. Bukan hanya oleh wisatawan dari luar Bandung, namun diminati oleh warga Bandungnya sendiri. Januari lalu, Bapak Ridwan Kamil meresmikan 12 unit Bandros dengan berbagai warna, ada Bandros merah 2 unit, hitam 1 unit, kuning 1 unit, tosca 1 unit, biru muda 1 unit, hijau tua 1 unit, ungu 1 unit, ungu tua 1 unit, biru keabu-abuan 1 unit ,dan pink 2 unit. Bandros dengan berbagai warna ini menuju ke berbagai tujuan yang berbeda-beda.  

 

Nah, pagi tadi aku beruntung bisa mengendarai salah satunya. Kebetulan tadi pagi aku ada di kawasan Gasibu Bandung. Berbekal info dari internet bahwa kini Bandros bisa dinaiki langsung tanpa perlu menyewa sebelumnya, aku mencoba mencari di mana dia mangkal. Nah ternyata dia ada persis di depan Loop Station. Loop Station ini mudah dicari kok, dia ada di samping Taman Lansia. Aku menuju ke Loop Station sekitar pukul 8 pagi. Aku melihat ada Bandros berwarna ungu di situ. Ternyata eh ternyata, Bandros tersebut sudah disewa, dia hanya sedang menunggu rombongan. Ah, kecewalah aku saat itu. Namun, menurut bagian ticketing, akan ada Bandros lainnya beberapa saat lagi kok. Dengan tidak sabar aku mencoba untuk menunggu, setelah beberapa waktu aku memutuskan untuk mencoba running track Gasibu saja yang tak jauh dari situ, karena Bandros lainnya tak kunjung datang juga.

 

Selesai mencoba running track, aku masih penasaran dengan Bandros aneka warna yang fotonya cukup sering menghiasi media sosial orang-orang. Aku pergilah ke Loop Station lagi, dan aku bersyukur, aku memang berjodoh dengan Bandros saat itu (setelah beberapa minggu yang lalu, dan lalunya lagi aku belum berjodoh naik Bandros ini). Saat itu masih tersisa 2 seat! Akhirnya di pukul 09.20 aku berhasil duduk manis di kursi Bandros Ungu! Dengan membayar tiket 20 ribu rupiah, aku penasaran dengan pengalaman wisata yang ditawarkan si ungu ini. Bandros yang kunaiki, ternyata hendak menuju ke Ujung Berung. Kami melintasi Jalan Suci dan berhenti sekitar 20 menit di Saung Angklung Udjo. Saat itu kami hanya berjalan-jalan sekitaran toko souvenir saja. Karena untuk masuk ke Saung Angklung Udjo-nya ada tiket masuk lagi jika kami ingin menyaksikan pertunjukkan angklungnya. Karena tujuan kami hanya berjalan-jalan dengan si ungu ini, ya kami memuas-muaskan diri saja dengan cuci mata di toko souvenir.

 

Setelah 20 menit kami pun melaju lagi dengan si ungu. Kupikir, kami benar-benar akan melaju ke daerah Ujung Berung. Sebenarnya aku sangat penasaran dengan alun-alunnya. Namun, karena satu dan lain hal, kami tidak menempuh rute itu. Kami berbelok di kawasan Arcamanik dan melewati Sport Jabar. Di awal perjalanan, aku cukup senang menikmati alunan instrumen angklung yang diputar di dalam si ungu. Oh iya dalam Bandros, kita juga dijelaskan mengenai beberapa tempat terkenal yang ada di Bandung ini oleh seorang tour guide. Dari dalam si ungu, aku menjadi tahu sejarah Gedung Sate. Dia juga menjelaskan bahwa Bandung adalah kota yang kaya akan kulinernya. Makanan di Bandung ini hanya ada 2 jenisnya, makanan enak dan enak banget! Oh iya, Bandros mampu menampung 20 orang penumpang ditambah seorang tour guide dan tentunya dengan driver ya. Ngobrol-ngobrol dengan penumpang lain, untuk menyewa Bandros, kita harus membayar 500 ribu (saat itu info yang aku tahu, 500 ribu itu untuk 14 orang). Sedangkan aku sendiri penumpang perorangan membayar 20 ribu! Nah, tertarik berwisata dengan Bandros di Bandung?   
Copyright © Tampang.com
All rights reserved