Xiaomi Tak Cari Profit dari Penjualan Perangkat Keras

Tanggal: 21 Jan 2018 17:34 wib.
Xiaomi merupakan produsen ponsel berbasis android asal China yang namanya telah mendunia. Bahkan pada tahun 2014 berdasarkan laporan lembaga riset pasar ID, Xiaomi menjadi produsen smartphone terbesar ketiga di dunia setelah Apple dan Samsung. Hal ini dibuktikan dengan spesifikasi ponsel yang mereka tawarkan tergolong lebih murah di banding merk lainnya di kelas yang sama telah berhasil menguasai pasar China dan India, dan juga memasuki berbagai pasar smartphone di berbagai negara termasuk Indonesia. 

Pada tanggal 20 Desember 2017 lalu, CEO (Chief Executive Officer) Xiaomi Global, Lei Jun di Jakarta mengungkapkan strategi mereka di pasar smartphone yaitu tidka mencari profit dari perangkat keras. Mungkin inovasi inilah yang menjadi alasan bagi Xiaomi menjual produk mereka dengan harga yang lebih murah. Meskipun Xiaomi baru 7 korporasi di dunia android, namun mereka berhasil masuk kelompok lima besar smartphone di dunia per kuartal III tahun ini dengan pangsa pasar 7 persen atau pengiriman 28 juta unit, dimana mereka menjadi vendor smartphone dengan pertumbuhan tertinggi di dunia.

Di Indonesia sendiri Xiaomi bergerak begitu cepat menguasai pasar ponsel pintar. Hal ini dibuktikan pada tahun 2017 saja Xiaomi telah menduduki posisi ketiga setelah Samsung dan Oppo terhadap pangsa pasar smartphone di Indonesia. Itu artinya perlahan tapi pasti Xiaomi memiliki peluang besar untuk menguasai pasar smartphone Indonesia. 

Lei juga mengatakan keiginanan mereka untuk menjadi nomor 1 di Indonesia dalam 2-3 tahun kedepan. Bahkan target penjualan mereka 100 juta di tahun 2018 ini, menargetkan di Indonesia sendiri bisa mencapai 10 juta unit. Model bisnis Xiaomi sangat inovatif. Simpelnya, kami tidak mencari untung dari penjualan perangkat keras/hardware, karena selalu dijual dengan harga modal. Lantas labanya dari mana? Ya, dari sistem dan pelayanan yang diberikan. Secara global, pendapatan Xiaomi sebanyak 70 persen dari smartphone, 20 persen IoT, dan sisanya dari bisis internet/online..  

 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved