Insinyur Ciptakan Antena Kecil yang Dapat Digunakan untuk Implan Otak

Tanggal: 28 Agu 2017 08:41 wib.
Periset di Northeastern University telah membuat kemajuan besar dalam mengembangkan antena yang secara signifikan lebih kecil, ratusan kali lebih kecil dari versi yang ada saat ini. Perkembangan ini sangatlah penting, mengingat di dunia ini hampir setiap teknologi komunikasi nirkabel portabel telah menyusut seiring waktu, namun antena ukurannya tetap sama.

“Antena saat ini terbatas pada ukuran besar saja, di mana ukuran ini menyebabkan kesulitan pada aplikasi seperti antena bio-implantable, bio-injection, dan bio-ingestible,” ucap Nian Sun, seorang profesor teknik listrik dan komputer di Northeastern, kepada Digital Trends.

Antena yang dijelaskan oleh Sun dan rekan-rekannya didasarkan pada prinsip desain yang sama sekali berbeda dengan antena tradisional yang saat ini digunakan. Antena tradisional menerima dan mentransmisikan gelombang elektromagnetik yang besar dengan tetap memiliki ukuran tertentu agar berfungsi dengan radiasi elektromagnetik. Antena baru Northeastern, di sisi lain, dirancang untuk resonansi akustik, yang memiliki panjang gelombang ribuan kali lebih kecil dari gelombang elektromagnetik.

Tim sejauh ini telah mengembangkan dua jenis antena akustik. Antena pertama memiliki membran melingkar dan digunakan untuk frekuensi di kisaran gigahertz, yakni frekuensi yang salah satunya digunakan untuk Wi-Fi. Antena akustik lainnya memiliki membran persegi panjang untuk frekuensi megahertz, biasanya digunakan untuk TV dan radio. Setiap antena berukuran di bawah milimeter dan keduanya bisa ditempatkan bersamaan pada satu chip. Dalam pengujian, antena akustik baru telah terbukti bekerja lebih baik daripada antena tradisional dalam konteks tertentu.

Beberapa aplikasi potensial untuk antena akustik baru ini ialah termasuk mengecilkan ukuran teknologi mulai dari smartphone hingga satelit, yang mengandalkan antena untuk komunikasi. Namun, penggunaan yang menarik adalah melibatkan penggabungan antena ke dalam teknologi yang belum memiliki eksistensi pasar massal, yakni dengan adanya kemungkinan dibuatnya antena yang dapat ditiru, implan otak, dan sejenisnya.

 “Tahap selanjutnya dari proyek ini adalah dengan meningkatkan kinerja antena akustik, dan menerapkannya pada sistem komunikasi nirkabel,” tambah Sun. Dia mengakui bahwa model sekarang masih merupakan konsep dan bukan produk jadi, namun para periset optimis terhadap langkah selanjutnya. “Kami sedang dalam proses mengkomersilkan antena ini sekarang,” tutup Sun.

Makalah yang menjelaskan penelitian baru-baru ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Communications (https://www.nature.com/articles/s41467-017-00343-8). 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved