Akankah Prabowo Memilih Cawapresnya di Pilpres 2019 Dari PKS?

Tanggal: 12 Jul 2018 22:39 wib.
Politik adalah cara yang dilakukan oleh individu atau pun kelompok untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Seperti halnya pencalonan pasangan capres dan cawapres 2019 yang saat ini tengah menjadi rebutan bagi para elit parpol. Bukan hanya di kubu Jokowi, tetapi di kubu Prabowo juga terjadi hal yang sama yakni tuntutan terhadap Prabowo dan Gerindra cawapresnya dipilih dari parpol pendukung, yang paling menuntut adalah PKS.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat menginginkan cawapres Prabowo diambil dari kader PKS. Bahkan PKS sempat mengancam akan keluar dari koalisi Pilpres 2019 jika Prabowo tidak memilih kader PKS untuk jadi cawapresnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengaku heran dengan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang hanya mengejar kekuasaan dan bukan kepentingan rakyat.

"Iya (mengejar kekuasaan), kekuasaan partainya, tidak mau ketinggalan pesta," ujar Desmond di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

"Ini kan kekuasaan menurut saya bukan kekuasaan dalam rangka kepentingan untuk rakyat, tapi kekuasaan bagaimana membesarkan partainya karena ingin berkuasa di dalam kekuasaan. Akhirnya ini kayak kekuasaan bagi rezeki kan," tambah Desmond.

Oleh karena itu, menurut Desmond koalisi Gerindra dan PKS bisa dibilang meragukan karena masih belum bertarung, tetapi koalisi sudah tidak kompak seperti ini.

Meski begitu, Desmond memaklumi kepentingan PKS tersebut yang mengharuskan cawapres Prabowo berasal dari kadernya. Ia pun menegaskan bahwa Pilpres itu bukan kepentingan pribadi tetapi kepentingan rakyat.

"Ya secara hubungan tetap harmonis, tapi ya kita juga paham kalau PKS resah, ya wajar-wajar juga. Semuanya kita maklum. Tapi bagi saya yang di lapangan berhadapan dengan pemilih ya agak khawatir. Mengapa? Kita belum fokus akan menang tapi udah rebutan. Kalau aku nggak dapat ini, nggak dukung, kan repot," katanya

Sebelumnya, anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mengharapkan cawapres prabowo berasal dari kader partainya.

"Itu enggak bisa ditawar-tawar, cawapres harus dari PKS. Kami enggak mau jadi penggembira saja dalam pilpres ini. Kalau kami mau disuruh dukung-dukung saja, mungkin kita lebih baik jalan masing-masing saja," tutur Tifatul di Senayan, Jakarta, Selasa (10/07/2018)

Meskipun begitu, kita tunggu saja siapa yang akan menjadi cawapres Prabowo saat mendaftar di KPU nantinya, dan melihat apakah PKS tetap mendukung Prabowo ketika seandainya cawapres tidak berasal kader partainya.

 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved