Jempol Buatan Tertua di Dunia Berumur 3000 Tahun

Tanggal: 1 Jul 2017 11:51 wib.
Ini mungkin adalah perangkat prostetik tertua yang pernah ditemukan dalam sejarah manusia. Bersama dengan ahli lainnya, ahli sejarah Mesir dari Universitas Basel telah mengkaji ulang jempol kaki buatan manusia yang hampir berusia 3000 tahun ini. Perangkat prostetik ini ditemukan dalam makam seorang wanita dari nekropolis Sheikh'Abd el-Qurna yang dekat dengan Luxor. Saat ini dearah tersebut sedang dipelajari dengan menggunakan metode mutakhir.

Tim internasional sedang menyelidiki prostesik ini menggunakan mikroskop modern, sinar-X, dan tomografi komputer. Mereka bahkan dapat menunjukkan bahwa jari kaki kayu itu telah dipasang kembali beberapa kali ke kaki pemiliknya, seorang putri pendeta. Para ilmuwan juga baru mengklasifikasikan bahan apa yang digunakan dan mengidentifikasi bagaimana metode pembuatan prostesik itu dikembangkan, diproduksi dan digunakan. Para ahli dari Museum Mesir di Kairo dimana prostetik itu dibawa setelah ditemukan dan Institute of Evolutionary Medicine di University of Zurich juga terlibat dalam penelitian ini.

Jari buatan dari awal milenium pertama SM ini menggambarkan ketrampilan seorang tukang yang sangat ahli dengan fisiognomi manusia. Pengetahuan teknis yang sangat baik dapat dilihat dari mobilitas  prostetik dan struktur tali yang kuat. Fakta bahwa prostesik dibuat dengan cara yang begitu rumit dan teliti menunjukkan bahwa pemiliknya menginginkan tampilan yang natural, estetika dan kenyamanan pemakaian dan bahwa dia dapat diperhitungkan dan berkualifikasi tinggi untuk memproduksi benda ini.

Jejak waktu sebuah tanah pemakaman

Prostesik dari Zaman Besi Awal ditemukan di sebuah makam poros yang dijarah dan dipotong menjadi fondasi kapel penguburan lama yang sudah lama ada di bukit pemakaman Sheikh'Abd el-Qurna di sebelah barat Luxor. Kapel ini termasuk dalam kelompok kuburan batu karang monumental dari akhir abad ke-15 SM yang dibangun untuk bangsawan kelas atas yang dekat dengan keluarga kerajaan. Sejak akhir tahun 2015, Universitas Basel telah mempelajari pemakaman elit Mesir kuno ini, sejarah penggunaannya yang panjang, dan hal-hal terkait lainnya.

Proyek ini didanai oleh Swiss National Science Foundation menggunakan metode microanalytic, scientific oriented, serta teknologi presisi untuk survei dan fotografi. Para peneliti ‘melihat’ ke dalam material sisa-sisa arkeologi untuk mendapatkan gambaran tentang sejarah kehidupan dari struktur bangunan dan objek. Biografi material ini dapat memberikan informasi tentang praktik pembuatan, penggunaan, keterampilan pribadi, kebiasaan dan preferensi orang-orang yang berhubungan dengan benda-benda ini.

Sebuah nekropolis dalam 3D

Makam tertua yang diketahui dari Sheikh'Abd el-Qurna diketahui berasal dari awal milenium kedua SM. Banyak dari struktur yang disusun dengan batu ini digunakan ulang dan sebagian diperbaiki beberapa kali untuk penguburan selama milenium pertama SM. Beberapa waktu kemudian, pemakaman ini digunakan untuk kebanyakan penduduk lokal,  sebuah proses yang dimulai dengan pertapa awal Kristen dan baru berakhir pada awal abad ke-20.

Bekerjasama dengan para ahli geodesi dan geologi dari ETH Zurich, tim arkeolog Basel secara ilmiah menilai struktur alami dan buatan area penggalian dan sekitarnya. Para spesialis saat ini sedang mengembangkan model elevasi, lansekap, dan arsitektur geometris yang tepat untuk area ini. Hal ini kemudian akan digabungkan ke dalam peta 3D arkeologi dan geologi yang akan menggambarkan morfologi medan serta struktur bawah tanah yang diteliti. Dengan dasar itu, para peneliti ingin merekonstruksi dan mensimulasikan perkembangan pemakaman dan fase penggunaannya.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved