Menderita Epilepsi, Bisakah Mempunyai Keturunan?

Tanggal: 9 Mei 2018 13:11 wib.
Umumnya penderita epilepsi takut untuk memiliki keturunan. Stigma negatif terhadap penderita epilepsi yang ada pada masyarakat membuat penderita epilepsi seperti terkucilkan. Selain itu, banyak pandangan orang dengan epilepsi tidak dapat mempunyai keturunan sehingga banyak penderita epilepsi yang takut untuk menikah dan memiliki anak.

Tidak hanya pada masyarakat, dalam lingkungan keluarga juga banyak yang menutupi keadaan penderita epilepsi karena malu. Akibatnya, terkadang keluarga akan membatasi aktivitas, keluarga terlalu melindungi, membatasi pergaulan sehingga akhirnya banyak di antara penderita epilepsi takut untuk menikah.

Ketakutan penderita epilepsi untuk menikah berhubungan dengan apakah penderita epilepsi dapat memiliki keturunan. Faktanya adalah, tidak ada halangan bagi penderita epileksi untuk menikah dan memiliki keturunan. Jadi tidak ada alasan medis yang tidak memperbolehkan orang dengan epilepsi untuk menikah dan hamil. Jadi, tampaknya Anda sebagai penderita epilepsi tak perlu khawatir yang berlebihan.

Yang terpenting adalah harus tetap minum obat dan siap untuk memiliki anak. Jika Anda ingin hamil, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, pada wanita hamil obat yang diberikan akan berbeda dengan obat sebelum hamil. Agar kehamilan berjalan aman maka sebaiknya terus melakukan pemeriksaan laboratorium secara menyeluruh sejak awal hamil hingga selama kehamilan dan melakukan persalinan di rumah sakit.

Jadi, bisa hamil dan melahirkan secara normal seperti umumnya wanita lain. Begitu pula setelah melahirkan, ibu yang menderita epilepsi dapat memberikan ASI (air susu ibu) untuk anaknya dan tetap minum obat. Bahkan sangat dianjurkan memberikan ASI, kecuali bila penderita epilepsi mendapatkan obat Phenobarbital dosis tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya sedasi atau kesulitan minum pada bayi.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved