Bahayanya Konsumsi Gula Berlebihan, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

Tanggal: 15 Mar 2018 16:50 wib.
Tampang.com - Setiap orang rasanya menyukai makanan ataupun minuman yang memiliki rasa manis. Ada beberapa alasan mengapa hal ini dapat terjadi. Hal ini karena gula yang ada didalamnya memiliki fungsi pembangkit nafsu makan hingga pendorong terciptanya perasaan bahagia.

Meskipun rasa manis disukai oleh kita, sebaiknya batasi tubuh kita untuk mengkonsumsi gula ini. Hal ini karena terlalu banyak mengkonsumsi gula sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pengurangan asupan gula hingga kurang dari 10 persen dari energi harian. Bahkan, lebih baik lagi jika kurang dari 5 persen, seperti dikutip dari laman WebMd.com.

Adapun untuk takarannya, bagi orang dewasa disarankan hanya mengkonsumsi 50 gram atau setara 12 sendok teh gula per harinya.

Ini dilakukan untuk menyeimbangkan penyerapan nutrisi oleh tubuh, sehingga mengurangi risiko mengganggu sistem metabolisme.

Lantas, apa saja sih bahaya kesehatan yang bisa terjadi ketika kita mengkonsumsi gula berlebih? Berikut selengkapnya.

Lemak Berlebih di Perut

Semakin banyak gula yang dikonsumsi, maka semakin meningkatkan risiko tertimbunnya lemak pada lingkar pinggang dan perut.

Hal ini biasanya terjadi karena tidak diimbangi oleh olahraga teratur, sehingga proses pembakaran gula menjadi energi terhambat.

Akibatnya, asupan gula tersebut tertimbun sebagai lemak trans yang kabar buruknya, turut meningkatkan risiko sebabkan obesitas.

Selalu Ingin Makan

Selain dapat membebani hati, kelebihan fruktosa pada tubuh juga dapat mengacaukan sistem metabolisme tubuh, dengan mematikan sistem pengendali nafsu makan Anda.

Kondisi tersebut memicu kegagalan tubuh dalam merangsang produksi hormon insulin, meningkatkan produksi hormon ghrelin yang berperan dalam menimbulkan rasa lapar, tetapi menurunkan produksi hormon leptin yang berperan dalam menimbulkan rasa kenyang.

Timbulkan karies pada gigi

Karies gigi terjadi ketika bakteri yang hidup di mulut mencerna sisa karbohidrat dari makanan yang dikonsumsi. Bakteri tersebut akan membusuk dan memproduksi asam yang dapat menghancurkan enamel/dentin gigi.

Dampak gigi berlubang ini antara lain adalah sakit gigi, aroma napas kurang sedap, gusi bengkak, dan berbagai infeksi lainnya. Jika tidak segera ditangani, karies gigi bahkan dapat memicu dampak buruk pada kesehatan jantung, paru-paru dan otak.

Picu Serangan Jantung

Meskipun belum terbukti benar, beberapa penelitian ilmiah telah menemukan fakta bahwa konsumsi gula berlebih dapat membuat terganggunya cara kerja organ jantung dalam memompa darah.

Studi lain dari Departemen Kedokteran di Universitas Busan, juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, di mana kemudian mendorong hati untuk membuang lemak ke aliran darah. Kedua hal tersebutlah yang dapat meningkatkan risiko tersumbatnya saluran pembuluh darah dari dan menuju jantung.

Kerusakan Fungsi Hati

Gula yang masuk ke aliran darah dari saluran pencernaan akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Sayangnya, fruktosa tidak diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang signifikan, karena memang tidak terlalu dibutuhkan oleh tubuh.

Konsumsi gula berlebih dapat membuat tubuh kelebihan fruktosa, yang dapat membebani hati dan menyebabkan perlemakan hati yang dapat memicu terjadinya komplikasi kesehatan.

Resistensi hormon insulin

Semakin banyak konsumsi gula, maka akan semakin banyak produksi hormon insulin pada tubuh.

Hormon insulin berperan dalam membantu mengonversi makanan menjadi energi. Namun, ketika kadar insulin tubuh dan kadar gula tinggi, maka akan membuat sensitivitas produksi hormon berkurang dan membuat glukosa menumpuk dalam darah.

Gejala yang dialami oleh kondisi ini, yang disebut dengan resistensi insulin, seperti kelelahan, kelaparan, kabut otak, dan tekanan darah tinggi.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved