Jangan Takut Bermimpi, Man Jada Wajada!

Tanggal: 19 Jul 2018 12:28 wib.
"Hati-hatilah dengan mimpimu, karena mimpimu itu akan menjadi kenyataan."

 

Mimpi (angan-angan) adalah sebuah visi. Mempunyai mimpi berarti memiliki cita-cita, dan itu akan memberi kekuatan luar biasa untuk menciptakan kekuatan positif di dalam pikirannya. Sebuah impian nantinya akan lebih mampu meningkatkan kemampuan kerja dan kualitas hidup kita.

Walau keadaan krisis multidimensi yang tak kunjung reda di negeri kita, di mana mencari rezeki untuk hidup begitu sulitnya, janganlah merasa takut untuk bermimpi (berangan-angan) yang serba indah. Sebab, impian atau angan-angan sama dengan cita-cita hidup, blue print dari visi ke depan kita, sesuatu yang bukan mustahil menjadi kenyataaan.

Sebuah perusahaan pabrikan otomotif memakai istilah The Power of Dreams (Kekuatan Mimpi). Setiap produk baru yang diluncurkannya diibaratkan sebagai perwujudan sesuatu produk yang diimpikan sang perancang ataupun pemakainya.

Seorang wirausahawan mesti berani bermimpi, jika perlu, menuangkannya dalam suatu tulisan di buku harian atau ditulis besar di depan cermin rumahnya supaya setiap waktu bisa mengingat mimpinya dan terus berusaha mewujudkannya.

Proklamator Ir. Soekarno, pernah mengatakan, "Gantungkan cita-citamu setinggi langit!" Visi itu memang bisa menyugesti orang. Semua langkah kita akan diarahkan ke sana. Apalagi wirausahawan itu biasanya seorang pemimpin. Maka mimpi tentang perusahaan, mimpi tentang masa depan, tentu akan dapat memengaruhi para pengikut yang dipimpinnya.

Sebagai pemimpin, wirausahawan harus memiliki ilmu obor. Artinya, harus dapat menerangi sekelilingnya. Wirausahawan dengan visi besar adalah panutan bagi bawahannya. Wirausahawan dengan visi besar akan dapat menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan penuh motivasi.

Wirausahawan itu sosok yang seharusnya tidak takut dengan mimpi, bahkan dengan mimpi paling "liar" sekalipun. Apalagi mimpi itu tidak perlu biaya. Masalahnya adalah tidak semua orang punya keberanian bermimpi, karena untuk bermimpi pun membutuhkan sebuah keberanian.

Hal ini bisa terjadi karena kita terkadang masih terpaku pada mitos-mitos yang telah mentradisi di kalangan masyarakat luas. Misalnya, ada mitos yang mengatakan, kalau kita mau sukses, kita harus punya gelar sarjana, kalau mau usaha harus punya modal (uang) yang cukup. Padahal kenyataannya, banyak orang yang sukses tanpa menyandang gelar sarjana. Banyak pengusaha yang memulai usahanya dengan mengembangkan mimpi-mimpinya dengan modal nol.

Kita lihat saja, Soichiro Honda, founder kerajaan bisnis Honda. Ia tidak menyandang gelar insinyur dan bukan juga siswa berotak cemerlang. Namun berkat the power of dreams dan kegigihannya, sekarang amati kendaraan yang melintas di jalan raya, baik mobil ataupun motor. Hampir dipastikan mata Anda akan terbentur dengan kendaraan merek Honda.

Robert T. Kyosaki, penulis buku best seller, Rich Dad Poor Dad memulai usahanya dari nol, dengan kondisi finansial yang semrawut dan punya utang, tetapi dengan kegigihannya, pada umur 47 tahun sudah menjadi miliader dan memperoleh kebebasan finansial.

Thomas Edison, pendiri General Electric, Henry Ford pendiri Ford Motor Co, Ted Turner pendiri CNN, Ralph Laurent pendiri Polo, mereka semua meninggaikan bangku sekolah bahkan beberapa di antaranya di-DO. Tanpa ijazah perguruan tinggi tapi bisa meraih sukses yang luar biasa.

Yang dibutuhkan adalah impian besar, tekad besar, kesediaan untuk belajar cepat, kesungguhan yang luar biasa dan yang paling utama adalah selalu meminta bimbingan Tuhan.

Dalam kaitannya inilah, kita memang mesti mempunyai keberanian bermimpi. Kita mesti memiliki keyakinan kalau rezeki itu nantinya akan menyertai mimpi kita. Pepatah Arab mengatakan Man jada wajada (barang siapa yang sungguh-sungguh berusaha akan dapat mewujudkan impiannya). Nah, selamat bermimpi!
Copyright © Tampang.com
All rights reserved