Anda Telah Berbohong! Anda Tidak Benar-Benar Mencintainya dengan Hati

Tanggal: 17 Agu 2017 22:19 wib.
Pernahkah mendengar kalimat, “Aku mencintaimu dari hati yang paling dalam?” atau “Aku tidak menggunakan otakku untuk mencintaimu, tapi dengan hatiku.” Atau kalimat-kalimat serupa. No offense, tapi kalimat itu sama sekali tidak benar. Kenyataanya rasa cinta datang dari otak, secara keseluruhan. Tidak ada sangkutpautnya dengan hati sedikitpun. Logika maupun perasaan diproses dari otak kita.

Perhatikan tahapan-tahapan jatuh cinta berikut, anda akan memahaminya.

Pertama, anda melihat teman sekelas anda dan naksir kepadanya. Setiap kali anda memikirkan orang ini, anda merasa pusing, tapi anda merasa sangat nyaman. Apa yang terjadi sebenarnya? Neuron di otak anda sedang melepaskan dopamin, hormon dan neurotransmitter yangmembuat perasaan baik dan terkait dengan euoforia. Sama seperti judi dan kecanduan obat.

Tahap kedua adalah hubungan tahap awal, atau bisa dikatakan pacaran dini. Perhatikan diri anda saat anda begitu menyukai seseorang. Telapak tangan anda berkeringat, jantung anda berdebar kencang, dan anda bisa merasakan adrenalin di tubuh anda. Memang benar, saat itu  otak anda sedang mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal untuk memompa bahan kimia adrenalin, epinefrin, dan norepinephrine yang memberi anda kegembiraan dan ketertarikan.

Tahap selanjutnya adalah anda mulai kecanduan. Anda merasa orang itu harus terus berada disamping anda, setiap menit, setiap jam,  setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa ini adalah aktivitas di bagian otak yang sama saat anda kecanduan kokain, yang biasa disebut sistem limbik. Selama fase ini sistem limbik anda terus melepaskan dopamin yang membuat anda terus menginginkan orang yang anda sukai.

Tahap selanjutnya adalah anda mengalami ‘kebutaan’. Selagi anda jatuh cinta, anda akan sering mengabaikan ‘peringatan’ akan bahaya yang dilihat oleh teman-teman anda secara nyata dan jelas, dan anda akan menjadi buta. Hal ini karena  selagi sistem limbik anda ‘menyala’ seperti lampu taman, amigdala anda memutuskan untuk menutup, ini adalah satu set neuron yang terletak di lobus temporal yang berperan  besar dalam bagaimana kita anda bereaksi terhadap rangsangan, memproses ingatan primer, membuat keputusan, mengenali situasi yang menakutkan, mengenali kebohongan, dan reaksi emosional. Dan amigdala akan ‘tidur’ sejenak saat anda jatuh cinta.

Tahap ‘hanya ingin bersamamu’. Seiring dengan keterikatan anda dengan pasangan, meluangkan banyak waktu bersama. Otak anda akan melepaskan oksitosin, atau yang biasa dijuluki “hormon cinta”. Neuropeptida ini diproduksi oleh hipotalamus dan dilepaskan otak saat selama masa intimasi, seperti saat seorang ibu menyusui, atau saat melakukan hubungan seks. Penelitian menunjukkan bahwa oksitosin adalah kunci untuk mendorong kepercayaan dan komitmen. Tidak seperti cepat dan tingginya tingkat dopamine, oksitosin lebih halus dan menempel lebih lama, menyebabkan keterikatan lebih dalam.

Tahap keterikatan mendalam. Selama masa saling mencintai, tentu saja sampailah anda pada tahap menjadi ‘teman hidup’. Ketika dua orang telah saling berkomitmen selama bertahun-tahun, otak mereka  menunjukkan peningkatan aktivitas di pallidum ventral. Daerah ini kaya dengan reseptor oksitosin dan vaseprosin. Dua bahan kimia yang terkait dengan keterikatan mendalam dan kesetiaan.

So, aku mencintaimu dengan otakku. Otak sehatku yang normal. Selamat mencintai!
Copyright © Tampang.com
All rights reserved