Selamat Menikmati Perjalanan Pagi!

Tanggal: 2 Agu 2017 20:32 wib.
Transportasi, ia adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan semua orang. Sejak dahulu orang sudah terbiasa untuk mobile dari datu tempat ke tempat lainnya. Sejak zaman dahulu kala, sudah ada sarana transportasi. Namun memang pada zaman itu, selain transportasi masih terbatas, mobilitasnya juga belum se-mobile sekarang. Kini transportasi menjadi salah satu aspek yang mempengaruhi kehidupan seseorang, khususnya bagi para pekerja. Mengapa para pekerja? Karena untuk para pelajar, mungkin kebutuhan ini masih menjadi tanggungan orangtuanya.

Pagi ini aku memutuskan untuk pergi bekerja dengan menggunakan jasa ojek. Selain hemat tenaga, kendaraan ini juga bisa menjadi solusi jika kalian bekerja di tempat yang rentan macet! Nah, di perjalanan pagi tadi aku mendapati ternyata ada sungguh banyak yang hal  di jalanan pagi hari, lengkap dengan berbagai ekspresi orang-orang yang ada di dalamnya. Ada truk bermuatan sapi, mobil bak terbuka bermuatan sapu, sayuran, hingga bahan bangunan.

Saat itu aku ‘terjebak’ di kemacetan pada pukul 06.50 pagi, saat itu pula aku melihat ada ekspresi cemas, tegang, bosan, hingga ekspresi yang menunjukkan kebosanan. Dan ekspresiku sendiri dari cemas karena jam masuk kerjaku tinggal 10 menit lagi, sedangkan kami (aku dan sopir ojekku masih terpisah sejauh beberapa kilometer dari tempat kerjaku), akhirnya berganti menjadi penasaran. Penasaran dengan berbagai ekspresi orang yang kujumpai. Berbagai ekspresi menggambarkan ada berbagai emosi yang mereka rasa. Keberagaman emosi itu bertemu di pagi hari dalam sebuah event yang bernama kemacetan!

Di situlah hendaknya kita menjaga diri agar event itu tetap berjalan aman (baca: tidak ada makian ketika ada kendaraan yang mungkin menyalip, tidak ada klakson panjang jika ternyata ada kendaraaan yang telat maju setelah lampu hijau menyala, dll). Semua orang ingin sampai pada tujuannya di pagi itu, ingin sampai secepat mereka bisa, karena ada batas waktu yang disebut tepat waktu.

Beberapa hari sebelumnya, aku menggunakan angkot ketika pergi bekerja. Ternyata ada hal yang tidak kujumpai ketika aku menggunakan ojek. Di angkot ini, aku bisa duduk dengan lebih hangat (karena menggunakan ojek kita harus siap dengan angin dingin jalanan) dan juga mendapati obrolan-obrolan yang bervariasi. Ada obrolan tentang wawasan keilmuan, tentang dinamika anak remaja masa kini, dll. Wawasan keilmuan kudapati ketika ada bapak berjaket yang menceritakan mengapa jalanan Bandung pagi itu macet. Ternyata ada lomba maraton yang cukup besar. Maratonnya sejauh 42 km. Ia juga menjelaskan bahwa lari itu sangat penting untuk tubuh, makanya ia menjadi induk semua olah raga. Obrolan selanjutnya adalah obrolan sekelompok anak putri SMU yang membicarakan teman mereka dan betapa mereka merasa ‘aneh’ jika bejalan sendirian di sekolah. Di situ aku jadi bertanya sendiri, dan seakan ingatan diajak untuk kembali ke masa-masa SMU.

Itulah beberapa dinamika yang terjadi di pagi hari ketika semua orang seakan diburu waktu untuk sampai ke tempat tujuannya masing-masing. Boleh memang merasakan berbagai emosi ketika kita di perjalanan. Namun, salah satu lainnya yang bisa dilakukan jika kita ingin menambahkan ‘sesuatu’ di balik perjalanan pagi kita, perhatikanlah juga sekeliling, mungkin ada dinamika menarik dan pelajaran yang bisa kita dapatkan. Pilihlah transportasimu, lihatlah berbagai dinamika yang ditawarkan dalam perjalanan pagimu. Sayang kalau perjalanan yang setiap hari kau lakukan, jika dilewati tanpa mendapatkan apa-apa.  Beda transportasi, bisa beda dinamika juga yang didapat. Selamat menikmati perjalanan pagi!
Copyright © Tampang.com
All rights reserved