Hadapi Kenaikan Suku Bunga, Perbankan Harus Lakukan Efisiensi

Tanggal: 22 Jun 2018 07:59 wib.
Tampang.com – Kabar terbaru datang dari The Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral AS yang saat ini telah menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1,75 persen hingga 2 persen. Kenaikkan suku bunga acuan diperkirakan akan kembali terjadi untuk periode kedepannya.

Menghadapi kondisi ini, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya – upaya untuk mendorong industri perbankan Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam upaya menghadapi kondisi perekonomian global yang dinamis.

Meskipun suku bunga acuan naik, bukan berarti pihak perbankan langsung menaikkan suku bunga kredit. Repricing untuk suku bunga kredit perbankan rupanya harus diperhitungkan secara matang.

Selain itu, OJK berharap idustri pasar modal dapat tumbuh lebaih baik lagi. Pihak OJK akan terus berupaya agar pasar modal Indonesia akan mampu tahan terhadap guncangan yang bersifat eksternal.

Sebelumnya Bank Sentral AS telah berjanji akan melakukan pelonggaran kebijakan moneter dengan menahan suku bunga di kisaran rendah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi namun rupanya saat ini Bank Sentral AS malah melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Tindakan tersebut terjadi karena pihak Bank Sentral mengaku bahwa saat ini perekonomian telah berjalan dengan baik. Seluruh indikasi ekonomi menunjukkan perbaikan, data tenaga kerja, inflasi dan sebagainya telah sesuai dengan perkiraan.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved