NASA Gunakan Detektor Asteroid Berbahaya untuk Selamatkan Sebuah Kota

Tanggal: 24 Mar 2018 23:28 wib.
Mencari asteroid yang berbahaya bagi bumi tidaklah semudah yang kita kira. Asteroid sulit untuk dilihat dari permukaan planet karena kondisi yang gelap dan posisi asteroid yang mengambang di tata surya.

Para ilmuwan saat ini mencoba menggunakan teknologi tinggi untuk menemukan dan melacak objek-objek yang dekat dengan bumi. Namun, sebagian besar dari usaha itu masih menggunakan cara kuno, yakni dengan menggunakan teleskop pada malam yang cerah.

Untuk menemukan asteroid berbahaya, NASA lalu mengajak Ed Lu, CEO dari B612 Foundation, sebuah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang penelitian asteroid. Mereka membangun Sentinel Observatory yang dilengkapi dengan teleskop pencari asteroid dalam kategori Near Earth Object (NEO).

Selama ini ilmuwan NASA dan para astronom di seluruh dunia serta pengamat amatir menggunakan teleskop biasa untuk mengabadikan dan mencari benda-benda di langit. Di saat mereka mengamati objek yang dikenal, objek baru bisa saja muncul bersamaan. Sekitar satu dari 1.000 objek baru biasanya memiliki pergerakan yang berbeda jika dibandingkan dengan objek lain pada kumpulannya.

Pergerakan berbeda itu bisa jadi merupakan sinyal penting yang harus diketahui pengamat. Oleh karena itu, pengamat harus segera melaporkan temuannya kepada Minor Planet Center (MPC), Cambridge, Massachusetts. Para astronom di MPC yang termasuk International Astronomical Union bertugas mengumpulkan dan membantu mengidentifikasi batu asteroid yang terlihat dan dilaporkan.

Saat ini, pengamat NASA menggunakan teleskop antariksa Sentinel yang dirancang untuk berburu asteroid berbahaya yang berpotensi dapat merusak sebuah kota. Pesawat ruang angkasa akan memindai asteroid itu dengan cahaya inframerah sehingga asteroid gelap itu akan lebih mudah dilihat.

Dalam menentukan asteroid itu berbahaya atau tidak terhadap bumi, NASA bahkan sudah melakukan pelacakan pada sekitar 1 juta lebih asteroid kecil. Asteroid-asteroid kecil itu berpotensi dapat menghancurkan sebuah kota. Hasilnya, kurang dari 10% dari asteroid yang ditemukan berukuran sekitar 459 kaki (140 meter).
Copyright © Tampang.com
All rights reserved